Jumat, 14-09-2018 | 09:59:49

Masih Perlukah Keberadaan Perpustakaan Saat Ini?

Utik Kaspani (Guru MTs. Nurul Huda Palabuhanratu)

Oleh : Utik Kaspani

Guru MTs. Nurul Huda Palabuhanratu

 

Perpustakaan.... jika kita mendengar kata "Perustakaan, apa yang terbesit dalam pikiran kita?"

Mungkin bisa jadi sebuah ruangan atau gedung yang berisi buku-buku, atau bisa jadi sebuah tempat yang terdapat barisan buku-buku yang tertata rapi. Semua orang bisa mengartikan makna perpustakaan yang berbeda-beda.

Dijaman yang serba digital seperti sekarang ini, masih relevan kah keberadaan perpustakaan ditengah-tengah masyarakat?

Sedikit mengulas tentang perpustakaan. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan perpustakaan?

Menurut Undang-undang No. 43 Tahun 2007 Perpustakaan adalah institusi atau lembaga yang mengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, dan rekreasi bagi pemustaka.

Beberapa istilah yang mungkin sering kita dengar berkaitan dengan perpustakaan. Diantaranya Pustakawan adalah orang yang bertugas mengelola segala hal yang berkaitan dengan perpustakaan atau orang yang punya keahlian dalam bidang keperpustakaan karena mendalami kajian bidang ilmunya secara formal, Kepustakaan adalah bahan-bahan yang menjadi acuan dalam menghasilkan sebuah tulisan, Ilmu Perpustakaan adalah kajian ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perpustakaan, Keputakaan adalah hal-hal yang berkaitan dengan upaya menerapkan ilmu kepustakaan dan profesi pustakawan.

Perpustakaan sebenarnya tidak hanya identik dengan tempat penyimpanan buku saja. Perpustakaan juga sebagai tempat penyimpanan film, slide, dan lainnya sebagai sumber informasi yang teroganisir dan disusun secara teratur.

Masih menurut UU No. 47 Tahun 2007 ada lima jenis perpustakaan yang ada di Indonesia.

  1. Perpustakaan Nasional adalah Lembaga Pemerintah Nondepartemen yang melaksanakan tugas pemerintah dalam bidang perpustakaan dan berkedudukan di Ibu Kota Negara.
  2. Perpustakaan Umum adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota, Kecamatan, Desa, bahkan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
  3. Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
  4. Perpustakaan Perguruan Tinggi.
  5. Perpustakaan Khusus adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh organisasi atau institusi tertentu yang memberikan layanan kepada pemustaka di sekeliling nya.

Berkaitan dengan datangnya Bulan September kali ini, hanya sedikit berbagi informasi untuk saling mengingatkan. Masih ingat kah dengan Hari Kunjung Perpustakaan dan Hari Gemar Membaca?

14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan dan sekaligus sebagai bulan gemar membaca sejak tahun 1995 masa kepemerintahan Presiden Suharto. Yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca bangsa Indonesia.

Kondisi minat baca bangsa Indonesia cukup memprihatinkan. Apalagi dikaitkan dengan keberadaan perpustakaan yang seharusnya menjadi gudang informasi. Survey yang diadakan oleh Organization for economic coorporation and development (OECD) tahun 2009 menempatkan Indonesia di peringakat ke 52 negara dengan minat baca rendah di Asia. Tahun 2011, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organozation (UNESCO) merilis indeks minat baca bangsa Indonesia hanya 0,001. Artinya hanya satu orang penduduk Indonesia yang mempunyai minat baca diantara seribu penduduk. Sementara itu data statistik sosial budaya BPS tahun 2012, menunjukan budaya minat baca yang masih sangat rendah.

Era informasi yang melesat tajam seiring dengan kecanggihan teknologi informasi yang hadir ditengah-tengah kehidupan kita tentu tak mungkin kita elakkan. Akses informasi dapat dengan mudah kita peroleh secara digital tanpa harus bersusah payah mendatangi perpustakaan. Fitur-fitur canggih digital seperti mesin pencari data, misalnya  Google, Yahoo dan yang lain disadari atau tidak telah menggeser peran dan fungsi perpustakaan sebagai gudang ilmu dan informasi.

Lalu... dimanakah peran perpustakaan dewasa ini? Masih relevan kah keberadaan perpustakaan di era serba digital seperti sekarang ini?

Jika eksistensi dan keberadaan  perpustakaan yang jika dirunut dari tujuan awalnya diberdirikan sebagai wahana untuk menciptakan masyarakat yang terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat (long life education), maka beberapa hal perlu untuk diperhatikan. Diantaranya : secara internal misalnya pembenahan tata ruang, agar membuat pemustaka merasa nyaman dalam kunjungannya ke perpustakaan, akses yang mudah dijangkau oleh siapa pun termasuk oleh kalangan disabilitas, peningkatan mutu SDM nya dalam hal pelayanan (ramah, tepat dan cekatan), perbanyak dan perbaharui koleksi bahan bacaan bisa dengan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak penerbit, pengarang. Mutu layanan seorang pustakwan mutlak diperhatikan, karena pada dasarnya perpustakaan adalah layanan jasa.

Secara eksternal dengan mempererat kerja sama dengan berbagai instansi atau lembaga untuk meningkatkan partisipasi, apresiasi dan perhatian pemustaka.

Dan mengkolaborasikan perpustakaan konvensional dan digital hingga menjadi perpustakaan hibrida merupakan terobosan inovatif yang mampu memenuhi kebutuhan pemustaka dalam memperoleh informasi.

Semoga dengan inovasi-inovasi yang bisa terus ditingkatkan perpustakaan dapat terus menempatkan perpustakaan sebagai jantung nya peradaban akan pengetahuan. Dapat terus mempertahankan fungsi dan makna perpustakaan ditengah-tengah gempuran arus teknologi informasi yang terus melesat.

Mari jadikan perpustakaan sebagai tempat rujukan yang paling informatif dan akurat. Selamat Hari Kunjung Perpustakaan.... Semoga keberadaan perpustakaan ditengah-tengah kita selalu mendapatkan tempat tersendiri di hati para pemustaka.