Jumat, 14-09-2018 | 09:58:34

Jangan Abaikan Pertanyaan Anak

Agus Nana Nuryana, M.M.Pd. ASN, Stap Pengajar Mata Pelajaran Matematika pada MTs Cijangkar Ciawi Tasikmalaya

Oleh

Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.

( ASN, Stap Pengajar Mata Pelajaran Matematika pada MTs Cijangkar Ciawi Kabupaten Tasikmalaya )

Sering kali kita merasa terganggu bahkan tidak senang dengan prilaku anak kita sendiri di rumah yang ingin mendapatkan perhatian dari kita, Bahkan kita merasa kesal dan dan tidak senang dengan perilaku anak yang sebenarnya itu adalah suatu kesalahan yang fatal yang kita lakukan terhadap anak kita sendiri, padahal kita sering ngomong ke anak, nak ayah/abi sayang kamu, nak bunda/mamah/umi sangat menyayangi kamu.

Secara Psikologis anak adalah sosok manusia yang tingkat kepekaan perasaanya sangat tinggi, sehingga anak selalu mencari cara bagaimana agar dia selalu diperhatikan oleh orang yang ada di sekitarnya terlebih oleh kedua orang tuanya karena mereka adalah orang yang paling dekat dengan anak, jadi sangat wajar jika anak sikapnya selalu ingin di manja oleh orang tuanya.

Dalam upaya mencari perhatian orang tua, seorang anak akan melakukan apaun agar keinginan mereka terpenuhi. Bahkan prilaku yang mereka lakukan kadang-kadang diluar kewajaran untuk pemikiran orang dewasa, dan hal inilah yang menjadi permasalahan dan kadang terjadi suatu kesalahan yang dilakukan oleh orang tua dalam menyikapi perilaku anak tersebut.

Sudah semestinya orang tua memahami dan mengalah demi anak kalau kita benar-benar sayang kepada anak kita. berbagai alasan kita lontarkan ketika kita menolak anak yang ingin diperhatikan, cape lah, sibuk lah, memalukan lah, mengganggu lah dan sejuta alasan kita cari agar anak mau mengerti kondisi kita. Perilaku orang tua seperti itu tanpa disadari telah menyia-nyiakan anaknya, padahal prilaku anak seperti itu semestinya mendapatkan perhatian dan bimbingan dari orang tuanya.

Salah satu prilaku anak yang kadang kurang mendapat respon positif dari orang tua adalah ketika anak banyak bertanya kepada orang tuanya. Proses bertanya yang dilakukan oleh anak adalah suatu prilaku positif dari keingintahuan tentang sesuatu dengan menggunakan kemampuan pikiran yang anak miliki. Proses mengekplorasi pikiran pada anak melalui pertanyaan-pertanyaan itu akan melatih mereka menjadi seorang penganalisis dengan pemikiran tingkat tinggi, dan kalau ini terbiasa dilakukan oleh anak dan mendapatkan respon positif, maka hal ini akan menjadi kebiasaan baik yang tertanam dalam diri anak tersebut.

Namun sayang, banyak orang tua yang tidak mengerti akan perilaku anak ini, sehingga respon yang orang tua lakukan tidak memberikan dukungan terhadap perkembangan pemikiran anak. Suatu yang sangat disayangkan bahwa sebagian orang tua merespon prilaku anak ini dengan hal negatif, dengan berbagai alasan yang sudah disampaikan tadi mereka menganggap sepele lontaran-lontaran pertanyaan anak yang menurut mereka sangat tidak penting.

Berbagai lontaran pertanyaan dari anak tersebut mungkin betul tidak penting bagi orang tua, tetapi bagi anak itu adalah suatu yang sangat penting, jadi kalau respon negatif yang mereka dapatkan dari pertanyaan tersebut maka hal itu akan mematahkan semangat dan keinginan mereka untuk menggali informasi sebagai pengetahuan yang mereka butuhkan untuk bekal kehidupan mereka di masa yang akan datang.

Seharusnya selaku orang tua kita harus merespon positif apapun yang dilakukan oleh anak termasuk kalau anak senang bertanya tentang apapun kepada orang tua. Masalah prilaku atau pertanyaan yang dilontarkan kadang tidak sesuai itu adalah suatu yang sangat wajar karena anak-anak baru mendapatkan informasi yang sedikit dari apa yang mereka ketahui dan inilah tugas dari orang tua untuk memberikan penjelasan, bimbingan dan arahan kepada anak tentang perilaku yang menurut orang tua tidak sesuai.

Selaku orang tua kita mesti menyadari tugas penting yang dipikulnya terhadap anak-anak. Jangan korbankan anak kita oleh karena ego kita. Ingat anak adalah investasi terbesar bagi orang tua mengalahkan investasi apapun yang kita upayakan, sebab hasil investasi yang berupa anak sholeh akan kita rasakan hasilnya di dunia dan akhirat. Jangan berikan kasih sayang yang "semu" tapi berikan kasih sayang yang menjadikan anak kita menjadi aset di dunia dan di akhirat, "mengalah demi anak bukan merupakan kekalahan".

Master_ZR1