Selasa, 21-08-2018 | 07:29:57

Ketika Guru Malas Mengajar

Ade Ridwan: Ketika Guru Malas Mengajar

Kenapa Banyak Guru Masih Malas Mengajar?

Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai alasan-alasan pasti di balik banyaknya guru yang malas mengajar. Tetapi setidaknya pada saat sekarang kita bisa membuat dugaan sementara (hipotesa) apa saja faktor-faktor penyebab malasnya guru masuk kelas.antara lain:

  1. Rendahnya penguasaan materi pelajaran. Guru yang tidak menguasai pelajaran lambat laun akan kewalahan menghadapi siswa-siswinya di kelas. Pada akhirnya apabila persoalan rendahnya penguasaan materi pelajaran ini tidak ditanggulangi dengan segera, maka akan mengakibatkan guru malas masuk mengajar karena kelemahan dan keterbatasan tersebut dan siswa akan mulai merasakan itu.
  2. Tidak menguasai metode mengajar. Penguasaan materi pelajaran saja tidak cukup. Guru juga harus mempunyai kemampuan mengajar yang baik. Sehingga, penguasaan metode mengajar yang inovatif dan bervariasi mutlak dikuasai oleh guru. Minimnya variasi mengajar guru mengakibatkan siswa cepat bosan. Kebosanan siswa pada akhirnya akan menjangkiti guru.
  3. Pengaruh lingkungan. Seorang guru muda baru lulus dan memiliki semangat mengajar yang tinggi secara tidak sadar dapat menjadi guru pemalas apabila berada pada sekolah yang tidak disiplin. Masuk atau tidak masuk kelas tidak pernah dipermasalahkan. Berada di lingkungan yang demikian akan membuat seorang guru idealis menjadi guru pemalas ditambah dengan marwah guru yang senior ngajar tanpa konsep dan target.
  4. Faktor keluarga. Alasan keluarga tidak jarang membuat seorang guru tidak masuk kelas untuk memenuhi kewajibannya memberikan pelajaran kepada siswa-siswinya. Anak si guru yang sakit secara tiba-tiba, orangtuanya sakit, dan sakit-sakit yang lainnya .sementara alasan tidak ada yang mengurusinya.
  5. Guru memiliki usaha atau pekerjaan lain yang lebih menjanjikan secara finansial artinya tidak pokus lagi. Dengan adanya usaha sampingan ini membuat guru kehilangan fokus terhadap profesi utamanya sebagai pengajar. Mengajar hanya dijadikan pekerjaan sampingan, sementara bisnis atau usahanyalah yang diutamakan uang sudah menjadi target dan pengabdian menjadi dikesampingkan.
  6. Karena melihat tidak lagi ada peluang yang jadi uang disekolah akibat kepala sekolah menerapkan kebijakan keras hasil dari evaluasi pekerjaan dan tanggung jawab guru tersebut yang tidak sesuai dan cenderung guru tersebut mengambil inisiatif sendiri yang kadang menimbulkan masalah baru tanpa adanya koordinasi dengan pihak kepala/pimpinan.
  7. Menjjadi guru karena profesi terdesak, akibat tidak ada lagi pekerjaan yang lain.
  8. Rendahnya komitmen guru. Apapun nampaknya dapat dijadikan guru sebagai alasan dibalik malasnya si guru mengajar. sejuta alasan lain bisa keluar dari mulut guru yang memiliki komitmen rendah dan malas.
  9. Kepala sekolah jarang ada di tempat dan terlambat tiba di sekolah yang seharusnya menjadi pigur bagi garis komando baik kebawah atau ke atas secara horizontal dan vertical.
  10. Lemahnya penguasaan guru dan atau bahkan tidak mengetahui sama sekali tentang ilmu dikdaktik metodik.

Banyak yang berharap dengan adanya sertifikasi guru, maka perilaku negatif guru yang salah satunya adalah malasnya guru mengajar akan segera teratasi. Tetapi, harapan itu nampaknya masih belum menjadi kenyataan. Buktinya, masih banyak guru yang malas mengajar termasuk guru-guru yang sudah menerima tunjangan profesi pendidik.

Melihat hal tersebut tentu harus ada solusi.Solusinya antara lain adalah meningkatkan kompetensi guru baik penguasaan materi pelajaran dan metode pengajaran. Semua guru harus terus meng-upgrade pengetahuannya agar tidak ketinggalan zaman (out of date) apalagi era siswa jaman NOW.

Metode dan teknik pengajaran terbaru harus dikuasai oleh guru. Ini untuk mengantisipasi berubahnya pola belajar siswa sekarang yang pastinya sangat jauh berbeda dengan ketika guru masih menjadi siswa.

Penguasaan kompetensi materi pelajaran dan metode pengajaran juga harus diikuti dengan penguasaan teknologi informasI belajar mengajar di kelas.

Solusi lain  pemerintah membayarkan tunjangan BOS  harus tepat waktu kesekolah sebagai upaya sekolah membayarkan honor dan keperluan sekolah secara baik dan lancar, sehingga kepala sekolah bisa memberi tekanan kpd guru yang kehilangan kreatifitas dan inovasi dalam mengajar.

 

Tindak Tegas Guru Pemalas

Tindakan tegas terhadap guru pemalas sangat diperlukan. Apabila si guru pemalas lebih mementingkan bisnis atau usaha pribadinya atau selalu membuat alasan alangkah baiknya  bersikap tegas. Si guru disuruh memilih mana tetap menjadi guru  atau memilih menjadi pengusaha. Ini perlu dilakukan, terlebih sekarang guru sudah mendapat tunjangan profesi pendidik.

Terhadap guru yang rendah komitmennya tindakan tegas juga sangat diperlukan. Mereka harus meningkatkan komitmen terhadap profesi guru yang dipilih, jika tidak mereka dipersilahkan untuk memilih profesi lain yang lebih menarik yang menjadi pilihannya.