Senin, 06-08-2018 | 09:54:02

Memaknai Hakikat Kemerdekaan Indonesia Dulu, Kini dan Nanti

Memaknai Hakikat Kemerdekaan Indonesia Dulu, Kini dan Nanti

Oleh:

Soheh Rudianto, M.Pd. ( Guru MIN 4 Sukabumi )

Bulan Agustus adalah bulan yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan Agustus tercatat beberapa peristiwa penting dan bersejarah, terutama  sejarah Proklamasi  kemerdekaan bangsa Indonesia.

Tanggal 17 Agustus 1945 adalah awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak saat itulah, secara de facto dan  de jure bangsa Indonesia dinyatakan merdeka. Merdeka dalam arti yang sederhana yaitu lepas dari cengkraman dan kekejaman para penjajah, sedangkan merdeka dalam arti yang luas adalah kita bisa menentukan nasib bangsa kita sendiri tanpa campur tangan dari bangsa lain, kita merdeka secara ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya.

Sebuah negara dikatakan merdeka secara de facto yaitu ketika pada kenyataannya memang sudah mengumumkan kemerdekaannya, sedangkan merdeka secara de jure adalah adanya dukungan dan pengakuan dari  negara sahabat dan dunia internasional. Seperti halnya kita bangsa Indonesia, ketika kita memproklamasikan diri sebagai  bangsa yang merdeka, seraya kita mendapat dukungan dan pengakuan dari negara-negara sahabat, seperti Mesir; menyusul Syiria, Iraq dan Saudi Arabia.

Lahirnya bangsa Indonesia secara de facto ditandai dengan dibacakannya teks proklamasi kemerdekaan RI oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moch. Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di  Jalan Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta. Sejak itulah kita, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.

Menjadi sebuah bangsa yang merdeka, ternyata bukanlah hal yang mudah, tapi diperlukan perjuangan dan pengorbanan yang tidak kecil. Pengorbanan dari para pahlawan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia tak akan terhitung nilainya; dari mulai tenaga, harta, darah, dan air mata bahkan jiwa dan raga sekalipun mereka korbankan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Mereka adalah para ksatria yang di dalam jiwanya sudah tertanam nilai-nilai karakter bangsa Indonesia yang sesungguhnya, seperti karakter  cinta tanah air, gotong royong, rela berkorban untuk bangsa, berjuang tanpa pamrih, patriotisme dsb.

Nilai-nilai karakter bangsa Indonesia itulah yang sepertinya sekarang sudah mulai pudar dari sebagian generasi muda  saat ini. Mereka sudah mulai melupakan karakter mulia warisan para pahlawannya, lupa bagaimana cara mengisi dan mensyukuri kemerdekaan Indonesia yang sesuangguhnya. Oleh sebab itu pada bulan Agustus ini adalah momen yang sangat tepat untuk menginternalisasi kembali nilai-nilai dan  karakter bangsa sesuai harapan para pahlawan pendiri bangsa.

Agar kita dapat mengisi dan mensyukuri nikmat kemerdekaan ini, maka diantaranya kita harus meyakini Makna  di balik huruf- huruf yang ada pada nama bulan 'AGUSTUS' berikut ini:

A : Allah SWT. Telah menganugrahkan rahmat dan karunianya yang sangat besar kepada bangsa dan negara Indonesia tercinta, yaitu berupa nikmat kemerdekaan. Sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-3 menyatakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah berkat Rahmat Allah SWT.

G : Gerakan organisasi perjuangan nasional yang mampu membangkitkan semangat juang bangsa Indonesia untuk melepaskan dari dari kekuasaan penjajah.

U : Ulama dan umat bersatu, bejuang dan berdo'a dengan penuh kegigihan dan keikhlasan, bahu membahu dengan satu tekad yang kuat agar Indonesia lepas dari penjajah dan menjadi bangsa yang merdeka.

S : Semangat juang para pahlawan yang tak kenal lelah dan putus asa pada akhirnya berbuah manis, yaitu anugrah kemerdekaan yang tak ternilai harganya.

T : Tanpa adanya persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia, tidak mungkin bangsa Indonesia ini bisa meraih kemerdekaannya.

U : Upacara penaikan bendera pada acara proklamasi 17 Agustus 1945 adalah buah dari perjuangan dan do'a para pahlawan.

S : Semangat terus untuk mengisi kemerdekaan.

Dengan meyakini bahwa kemerdekaan adalah anugrah dari Allah SWT., maka mengisi dan mensyukurinya adalah sebuah pengabdian yang bernilai ibadah yang akan mendapatkan balasan berupa pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.