Selasa, 10-10-2017 | 17:39:47

Humas Sang Penjaga Citra Kemenag; Optimalisasi Humas Jangan Setengah Setengah

Oleh :

H. TAUPIK HIDAYAT, SHI., MA.Hk.

(Penyusun Bahan Siaran dan Pemberitaan Kemenag Kab. Majalengka)

 

Humas atau Public Relations memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam meningkatkan citra suatu lembaga, tidak terkecuali citra lembaga Kementerian Agama. Dalam menjalankan tugasnya, Humas mempunyai peran ganda, di satu pihak berupaya untuk menjaga citra lembaga ataupun organisasi yang diwakilinya dan dilain pihak humas harus berhadapan dengan berbagai situasi yang kurang menguntungkan  seperti opini publik yang negatif, kontrofersial, bertentangan, hingga menghadapi krisis kepercayaan.

Sebagai garda terdepan lembaga, Humas harus bekerja ekstra agar setiap kegiatan dan kebijakan lembaga diketahui publik secara luas sehingga stigma negatif masyarakat terhadap lembaga semakin terkikis tergantikan oleh stigma yang positif. Dengan kata lain, Humas bertindak sebagai komunikator pada lembaga, yakni membina hubungan yang baik dengan publik, baik internal maupun eksternal. Oleh karena itu humas dituntut memiliki kemampuan luar biasa. Bayangkan saja, humas harus mampu photography, reporting, trend awareness, design, documentation, networking, blogging, writing, social media, dan publication.

Tujuan Humas

Lalu apa tujuan humas? Eksistensi humas pada suatu lembaga pada dasarnya memiliki dua tujuan, yakni:

  1. Secara positif yaitu berusaha untuk mendapatkan dan menambah penilaian, good will suatu organisasi atau lembaga;
  2. Secara defensif yaitu berusaha untuk membela diri terhadap pendapat masyarakat yang bernada negatif, bilamana diserang dan serangan itu kurang wajar padahal organisasi atau lemabaga kita tidak salah.

Tugas Humas

Lima pokok tugas Humas atau Public Relations sehari-hari menurut Maria Assumpta Rumanti dalam buku Dasar-Dasar Public Relations Teori dan Praktik  adalah :

  1. Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik supaya publik mempunyai pengertian yang benar tentang organisasi atau perusahaan , tujuan, serta kegiatan yang dilakukan
  2. Memonitor, merekam dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum atau masyarakat
  3. Memperbaiki citra organisasi
  4. Tanggung jawab social dimana Public Relations merupakan instrument untuk bertanggung jawab terhadap semua kelompok yang berhak terhadap tanggung jawab tersebut.
  5. Public Relations mempunyai bentuk komunikasi yang khusus Yaitu komunikasi timbal balik dalam fungsinya komunikasi itu sentral.(2002:39)       

Perhatian Pemerintah

Menilik betapa pentingnya peran Humas, belakangan ini perhatian pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama terhadap humas sudah semakin membaik. Bahkan bisa dibilang cukup serius dalam memperhatikan nasib humas sebagai “sang penjaga citra” lembaga tersebut . Hal ini ditandai dengan adanya edaran dari Kementerian Agama terkait inpassing pranata humas. Inpasing pranata humas ini menjadi angin segar dan harus menjadi momentum dalam upaya optimalisasi Humas Kemenag. Optimalisasi humas kemenag jangan setengah setengah, jika setengah setengah maka humas kemenag akan tetap dipandang sebelah mata oleh siapapun.

Pasalnya, di era globalisasi informasi saat ini, peranan humas sangat penting dalam meningkatkan popularitas. Oleh karena itu optimalisasi humas dan kemitraan dengan media massa merupakan program yang tidak berlebihan jika Kemenag ingin meningkatkan citranya di masyarakat. Saat ini bisa dikatakan, semakin kuat humas (PR) maka semakin baik citra lembaga.

 

Strategi Humas Kemenag

Untuk bisa bersaing dengan humas lembaga lainnya, humas Kemenag harus melakukan dan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Pengelola/anggota Kehumasan Pemerintah harus loyal kepada instansinya, memiliki kinerja berkomunikasi dan integritas moral secara efektif, baik dalam jalur formal maupun informal dengan para pegawai instansi tempat pengelola/anggota Kehumasan Pemerintah.
  2. Pengelola/anggota Kehumasan Pemerintah sebagai aparat pemerintah di bidang kehumasan di samping berfungsi untuk membantu memaksimalkan upaya organisasi instansi yang diwakilinya dalam rangka menjaga dan meningkatkan citra organisasi yang baik, juga berkewajiban menyebarluaskan kebijakan Pemerintah dan membina hubungan antara Pemerintah dengan masyarakat agar dapat berjalan secara lancar dan harmonis.
  3. Pengelola/anggota Kehumasan Pemerintah wajib memelihara hubungan kerja sama yang baik dan menciptakan komunikasi yang efektif serta harmonis dengan setiap aparat humas, antara lain dengan cara:  Menyajikan informasi yang lengkap, akurat dan komprehensif dan terpadu; Tukar menukar informasi sehingga setiap pengelola/anggota Kehumasan Pemerintah dapat mengetahui suatu kebijakan dari tangan pertama; Aktif berpartisipasi dalam forum komunikasi dan forum kehumasan serta kegiatan lainnya; Menyebarluaskan informasi, kepada masyarakat umum melalui media yang tersedia.
  4. Pengelola/anggota Kehumasan Pemerintah wajib menunjunjung tinggi profesi kehumasan dan berupaya terus menerus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta motivasi kerja baik secara perorangan maupun kelompok serta bertekad memajukan profesi kehumasan di Indonesia.
  5. Pengelola/anggota Kehumasan Pemerintah wajib menjalin kerjasama dan menciptakan iklim kerja yang harmonis dengan media massa sebagai salah satu mitra kerjanya, dengan menyediakan dan memberikan pelayanan yang jujur dan terbuka guna memperlancar tugas dan fungsi media massa sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada pada instansi tempat kerjanya.
  6. Pengelola/anggota Kehumasan Pemerintah wajib mewujudkan citra yang baik dan positif dari pemerintah atau instansinya dengan menampilkan sikap, perilaku dan kepribadian yang diterima oleh masyarakat.

 

“Salam perubahan dari Humas Kemenag Kab. Majalengka”