Selasa, 11 Oktober 2011 –
12 Kloter Calhaj Kab. Bogor di Lepas

CIBINONG-KAB. BOGORAkhirnya calon jemaah haji(Calhaj) Kabupaten Bogor yang berjumlah 450 orang dari jumlah keseluruhan 3.327 orang berangkat ke Tanah Suci. Sebelum keberangkatan mereka terlebih dahulu berkumpul di Masjid Baitul Faizin dan dilepas secara langsung Bupati Bogor Rachmat Yasin, kamis(06/10). Hadir dalam pelepasan tersebut Muspida Kabupaten Bogor seperti Kapolres, Dandim, Ketua MUI dan Kepala Kemenag Kab Bogor.

Kepala Kemenag Kab Bogor Drs. H. Suhendra, MM menjelaskan, keberangkatan ini merupakan kloter pertama asal Kabupaten Bogor. “Mereka masuk kloter 12,” kata Suhendra. Selanjutnya calhaj akan berangkat secara berturut-turut menjadi 10 kloter keberangkatan. “Untuk kabupaten Bogor terbagi kedalam dua gelombang 06-17 Oktober menjadi gelombang pertama, dan 19-30 Oktober 2011 jadi gelombang kedua,” kata Suhendra.

Untuk jumlah calhaj, tambah dia, kloter pertama sebanyak 444 calhaj ditambah enam orang petugas yang terdiri dari satu orang TPIH, satu orang TPHI, satu orang dokter dan tiga orang paramedis. “Calhaj kita masuk dalam kloter utuh,” ujarnya. Setelah dari baitul Faizin, tandas dia, para calhaj akan langsung transit ke embarkasi Haji Bekasi untuk dilakukan pengecekan dokumen keberangkatan haji. “Terutama mereka akan diverifikasi dokumen kesehatan dan administrasi lainnya,” ujar Kakanmenag.

Kakanmenag menambahkan bahwa secara keseluruhan, persiapan keberangkatan calhaj asal kabupaten Bogor terus dipersiapkan, agar kebutuhan jemaah sebanyak 3. 327 terlayani. “Kewajiban kita menyiapkan keberangkatan hingga pemulangan mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Rachmat Yasin mewanti-wanti Calhaj Kabupaten Bogor untuk mempersiapkan fisik dan mental dalam menjalani rutinitas rukun islam kelima tersebut. “Ibadah haji merupakan ibadah khusus, jadi saya minta calhaj bisa menjaga fisik dan mental,” katanya dihadapan calhaj kloter 12.

Tak hanya itu, bupati juga mengingatkan agar calhaj Kabupaten Bogor untuk kembali meluruskan niatnya, karena jangan sampai niatan itu berubah sehingga merusak kesucian ibadah haji tersebut. “Jadi, tahan emosi disana harus bisa menjaga kesucian dan kesabaran,” ujarnya.

REPORTASE : ADE IRAWAN

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.026476 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 772061
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.