Senin, 15 Juli 2013 – Pendis & Madrasah
Agustus Dana BSM Cair, Kemenag Kab Bogor Geber Sosialisasi

Cibinong-Kab Bogor

Program bantuan siswa miskin (BSM) di Kabupaten Bogor terus dimatangkan Kantor Kementerian Agama Kab Bogor. Saat ini, masing-masing madrasah diminta melakukan pendataan dan memverifikasi data siswa miskin yang ada di madrasah pasalnya jika tidak ada aral melintang BSM akan cair agustus mendatang. Untuk menyukseskan program BSM ini, Jumat (12/7) Kemenag Kab Bogor mengumpulkan para penglola madrasah kali ini para Kepala MTS dan MA serta Pengawas Pendais se-Kab Bogor.

Menurut Humas Kemenag Kab Bogor Ade Irawan hingga saa ini madrasah diminta segera melakukan pendataan terhadap siswa miskin di madrasah masing-masing, karena pertengahan agustus data penerima BSM harus sudah masuk ke Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat. “Karena jika tak ada kendala Agutus Akhir BSM akan dicairkan,”kata Ade.

Mengenai kuota yang diberikan untuk siswa madrasah, tambah dia, siswa madrasah di Kabupaten Bogor menerima quota dalam dua kategori yaitu kategori APBN murni untuk MI sebanyak 60.621, MTs 18.362 dan MA 2.074. “jadi, untuk APBN murni alokasi siswa penerima BSM sebanyak 81.063,”bebernya.

Sementara untuk APBN-P yang merupakan kompensasi setelah kenaikan BBM, siswa yang akan menerima BSM di Kabupaten Bogor quotanya sebanyak 53.633 orang. “Yang sekarang kita sosialisasikan merupakan kuota APBNP,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Mat Nur berharap sosialisasi ini mampu memberikan informasi yang sesuai dengan pedoman pelaksanaan BSM APBN-P 2013 karena memang ada persyaratan khusus bagi siswa penerima BSM. Syarat-syarat itu diantaranya, siswa berasal dari rumah tangga sasaran penerima kartu perlindungan sosial (KPS), memiliki kartu BSM, orangtua siswa terdapftar dalam program PKH, rumah tangga pemegang SKRTM sebagai pengganti KPS, yatim dan piatu. “Harus dipahami betul kriterianya jangan sampai salah, jadi kepala madrasah bisa berkoordinasi dengan komite sekolah,”tegasnya.

Tak cukup disitu, sambung dia, pengelola madrasah juga harus mampu memilah data-data siswa bakal penerima BSM dengan penerima BOS karena jangan sampai alokasinya tumpang tindih dengan penerima BOS. “Pelajari komponen dan syarat masing-masing program agar tidak ada tumpang tindih anggaran, untuk itu pelajari pedomannya,”pungkasnya. (dei)

Reportase : Ade Irawan

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.027670 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1081871
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.