Jumat, 28 Juni 2013 –
495 Orang Penyuluh Agama Islam Honorer Kota Bandung Mengikuti Pembinaan

Sukarno Hatta – BandungSeksi Bimbingan Masyarakat Islam (BIMAS) Kementerian Agama Kantor Kota Bandung, pada hari Kamis, 20 Juni 2013 bertempat di Gedung Aula Kementerian Agama Kantor Kota Bandung, menyelenggarakan pembinaan kepada 495 orang Penyuluh Agama Islam Honorer. Acara dihadiri oleh Kakemenag Kantor Kota Bandung Drs. H. Diding, M.Ag Kasubbag TU Drs. H. Tamami, Kasi Bimas Islam Drs. H. Mimin Sutisna, M.Pd.I, Ketua POKJALUH Kota Bandung Drs. H. Sutris. Dalam acara pembinaan ini dilakukan juga proses perubahan rekening bank untuk penerimaan insentif para penyuluh agama Islam honorer dari Bank BRI Syariah ke Bank BRI konvensional sebagai bagian dari pelaksanaan regulasi yang dikeluarkan oleh kementerian agama pusat bahwa penerimaan insentif dari kementerian agama harus menggunakan jasa bank yang telah ditunjuk.

Dalam laporannya Drs. Mimin Sutisna, M.Pd.I menyampaikan bahwa tujuan dilakukannya pembinaan ini adalah mempererat silaturahmi antar penyuluh agama Islam honorer Kota Bandung, sekaligus media untuk meningkatkan wawasan dan keilmuan penyuluh agama Islam sehingga akan terwujud penyuluh agama Islam yang handal dan profesional. Selain itu acara ini juga untuk mensosialisasikan regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI terkait penerima insentif dari Kementerian Agama RI. Dalam aturan itu disebutkan bahwa penerima honor dari Kementerian Agama harus menggunakan jasa bank yang telah ditunjuk Kementerian Agama RI. Tidak terkecuali para penyuluh agama Islam honorer Kota Bandung yang berjumlah 495 orang maka wajib mengganti rekening bank yang lama yakni Bank BRI Syariah ke Bank BRI konvensional sebagai salah satu bank yang telah ditunjuk Kementerian Agama RI. Untuk itu setelah acara pembinaan selesai maka para penyuluh agama Islam honorer untuk melakukan proses pergantian buku rekening karena pihak bank yang ditunjuk sudah siap melayani.

Sementara itu dalam pembinaannya Kakemenag Kantor Kota Bandung Drs. H. Diding, M.Ag menyampaikan bahwa bagi para penyuluh Agama Islam sudah menjadi keharusan menjadi contoh teladan untuk masyarakat. Kemudian sesuai dengan tupoksinya para penyuluh Agama Islam yang beraktivitas dilapangan dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat harus dibarengi dengan kompetnsi-kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang penyuluh. Minimal seorang penyuluh Agama Islam harus memiliki empat kompetensi yang harus dimiliki yakni kompetensi pedagogik, profesionalisme, personil atau kepribadian dan sosial. Dengan empat kompentesi tersebut diharapkan penyuluh dalam tugasnya dapat melakukan pembinaan dan penyuluhan Agama Islam kepada masyarakat dengan baik, sehingga kehidupan beragama di kota Bandung dapat berjalan kondusif.

Dalam pelaksanaannya di lapangan ada empat hal yang harus dilakukan oleh para penyuluh agama Islam, yaitu berperan aktif mensukseskan program pemberantasan buta huruf Al Qur’an, dengan capaian target masyarakat muslim kota Bandung bebas buta huruf Al Qur’an. Para penyuluh Agama Islam dituntut mampu membaca dan memahami situasi lingkungan keagamaan yang berada di wilayahnya dan waspada terhadap aliran aliran sesat/sempalan yang muncul di kota Bandung. Artinya para penyuluh Agama Islam dituntut untuk mampu membangun suasana kondusif keagamaan di kota Bandung. Selain itu para penyuluh Agama Islam dituntut pula untuk mampu membangun harmonisasi kehidupan keluarga masyarakat kota Bandung, sehingga tidak tercipta peperangan antar kampung seperti di daerah lain. Dan terakhir, para penyuluh Agama Islam harus berperan aktif dalam mensukseskan salah satu misi kota bandung yaitu menjadi kota Bandung yang Agamis dan Bandung Kota Jasa yang bermartabat.

Reportase : Lucky Sukmawan

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.034565 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 790552
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.