Kamis, 9 Mei 2013 – Bidang Haji & Umroh
Kakanwil Buka Diklat Perdana BDK Bandung

Jl. Soekarno Hatta – BandungKakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, H. Saeroji , membuka Diklat teknis substantif penyelenggara ibadah haji, zakat, dan wakaf yang merupakan kegiatan perdana dari rangkaian kegiatan diklat yang diselenggarakan oleh Balai Diklat keagamaan (BDK) Bandung untuk tahun anggaran 2013, Senin (06/05), di Aula BDK . Sementara itu bagi Kakanwil pembukaan diklat ini menjadi kegiatan perdana yang diikutinya setelah selama 70 hari lebih cuti karena mengikuti Diklat PIM II.

Kakanwil mengharapkan dengan penyelenggaraan Diklat ini akan meningkatkan kompetensi peserta sehingga dapat diimplementasikan di tempat mereka tugas. Kompetensi ini menurut Kakanwil sangat penting mengingat tantangan Kementerian Agama ke depan sangat kompleks. Oleh karena itu Kakanwil menekankan kepada para peserta diklat untuk mengikuti seluruh kegiatan dengan serius dan sungguh-sungguh agar memperoleh hasil maksimal dari diklat ini.

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Kemenag adalah dalam pelayanan ibadah Haji. Kakanwil memandang banyak sekali masyarakat yang salah persepsi terhadap pelayanan yang satu ini. Masyarakat masih memandang bahwa haji itu merupakan bisnis belaka. Namun bagi Kemenag, tandasnya, penyelenggaraan ibadah haji merupakan pelayanan kepada masyarakat yang harus dilaksanakan secara profesional.

Salah satu buktinya adalah dalam pengelolaan dana setoran haji yang disimpan dalam bentuk sukuk. Kelebihan atau bagi hasil dari sukuk dikembalikan kembali kepada para jamaah yang mencapai Rp. 12 juta per orang. Bentuk pengembalian tersebut berupa pelayanan paspor gratis, subsidi pemondokan, katering selama di tanah suci dan pelayanan lainnya.

Berkenaan dengan penyelenggaraan zakat dan wakaf, Kakanwil berharap agar sosialisasi zakat dan wakaf perlu lebih digencarkan mengingat kedua hal tersebut sangat penting dalam hal pembangunan umat.

Sementara itu, Kepala BDK bandung, H. Aep Syaipudin Firdaus, menjelaskan bahwa sistem mekanisme kediklatan saat ini telah mengalami perubahan. Seluruh proses kegiatan akan dinilai dalam penilaian seperti ujian tertulis (40%), produk (30%) dan Sikap (30%). Setiap peserta akan dinyatakan lulus ketika mereka memperoleh nilai minimal sebesar 76 poin. Dengan mekanisme semacam ini, diharapkan dapat memberikan hasil yang positif bagi para peserta dalam hal pengetahuan, keahlian dan sikap mental setelah mengikuti diklat.

Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 90 orang yang terdiri dari pelaksana pada seksi Haji, penyelenggara syariah, dan penyuluh se-Kemenag Prov. Jawa Barat. Menurut rencana mereka akan mengikuti kegiatan diklat ini selama 7 hari.

Reportase : Tri Budiono

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.037575 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.4
Jumlah pengunjung: 1164835
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.