Jumat, 22 Maret 2013, 06:28 – Pendis & Madrasah
Kakemenag Kab Bogor Tinjau Pelaksanaan UAMBN MTsN Cariu

**20.135 Siswa MTs Ikuti UAMBN

CARIU-KAB. BOGORWajah tegang terlihat dari raut wajah ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Cariu Kamis (21/3) pagi. Ya, mereka harus mampu lulus dalam ujian akhir madrasah berstandar nasional (UAMBN) Tingkat Madrasah Tsanawiyah tahun 2013 yang akan digelar dari Kamis hingga Sabtu mendatang. Jumlah siswa MTs baik Negeri maupun swasta yang mengikuti UAMBN tahun 2013 di Kabupaten Bogor menembus 20.135 siswa.

“Untuk tahun ini jumlah siswa yang mengikuti UAMBN di MTsN Cariu berjumlah 319 siswa dengan rincian 139 siswa laki-laki dan 180 siswa perempuan,”kata Kepala MTsN Cariu Dra. Hj. Euis Heryani, MM. Pd.

Sistem ujiannya sendiri, tambah dia, UAMBN menggunakan konsep sama dengan UN dimana setiap siswa perkelas hanya 20 orang dan tanpa ada atribut tambahan. “Kita perketat karena memang UAMBN ini hampir sama dengan Ujian Nasional,”bebernya.

Sedangkan, Kepala Kantor Kemenag Kab Bogor Dr. H. Suhendra, MM yang memantau langsung pelaksanaan UAMBN menegaskan, jika UAMBN merupakan ujian khusus bagi siswa-siswa madrasah jadi tak ada alasan untuk tidak lulus. “UAMBN adalah ujian murni yang ada dimadrasah jadi untuk nilai harus lebih baik nantinya,”kata Suhendra.

UAMBN MTs di Kabupaten Bogor, sambung dia, diikuti 20.135 siswa dari 291 MTs dengan rincian 4 MTs Negeri dan 287 MTs swasta dan kita harapkan jumlah ini bisa tetap hingga UN nanti. “Rinciannya 10.090 siswa laki-laki dan 10.045 siswa perempuan, dan Jumlah ini terdiri dari empat KKMTs yang ada di Kab Bogor,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Drs. H. Mat Nur, MM, M.Si mengatakan, untuk madrasah baik MI, MTs dan MA hingga akhir maret akan disibukan dengan UAMBN dan Ujian madrasah (UM). “Madrasah-madrasah disemua tingkatan baik MI, MTs dan MA akan disibukan dengan ujian,”kata Mat Nur.

Mengenai pengawasan UAMBN maupun ujian madrasah, dirinya menyatakan jika pengawasan dilakukan secara mandiri di masing-masing sekolah dengan melibatkan pengawas pendidikan agama islam. “Intinya semua mengawasi proses ini, dan kita ingin UAMBN dan UM menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan di madrasah,”pungkasnya.

Reportase : Ade Irawan

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.028267 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.54
Jumlah pengunjung: 1373167
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.