Bersiap, 10 Inovasi Pelayanan Ibadah Haji Tahun 2020

Rabu, 23-10-2019 | 11:17:16

Jl. Dr. Setia Budhi (INMAS Bidang PHU)

Keberhasilan 8 inovasi pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2019, mendorong Kementerian Agama untuk terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji. Bahkan untuk tahun 2020 inovasi pelayanan tersebut sudah dirancang sebagai persiapan penyelenggaraan ibadah haji dengan meluncurkan 10 inovasi pelayanan penyelenggaraan ibadah haji.

Pada pertemuannya dengan peserta Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan XIII Tahun 2019 (Mandiri) yang diselenggarakan oleh FKBIH Jawa Barat bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat dan UIN SGD Bandung, Dirjen PHU Kemenag RI, H. Nizar, mengungkapkan bahwa inovasi untuk tahun 2020 merupakan hasil evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019, Selasa (22/10), di Hotel Hemangini, Bandung.

"Alhamdulillah, sesuai hasil survey BPS bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 mengalami kenaikan indeks kepuasan jemaah haji yaitu 85,91%, dimana pada tahun 2018 kita mengalami kenaikan sebesar 85,23%," jelasnya.

Maka dari itu, Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2020 ada 10 inovasi yang menjadi target pelayanan ibadah haji tanpa menghilangkan inovasi sebelumnya.

"Inovasi yang pertama yaitu kloter berbasis wilayah dimana pramanifest akan dilakukan lebih awal dan diturunkan sampai pada tingkat Kab/kota kemudian pengkloteran berdasarkan kecamatan, sehingga pengkloteran dapat dilakukan lebih cepat dan KBIHU dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan KUA untuk melakukan bimbingan manasik haji," jelasnya.

Kemudian poin kedua, lanjutnya yaitu penyiapan respon darurat di Armuzna sebagai bagian dari prosedur Pusat Krisis dengan melibatkan muassasah.

"Hal ini berkaca dari peristiwa alam yang terjadi pada puncak haji lalu dan kemudian kita tidak bisa bergerak cepat membantu jemaah haji menghadapi kondisi alam tersebut. Sehingga dengan adanya respon darurat ini maka ada koordinator yang dapat langsung bertindak apabila terjadi peristiwa alam tak terduga," ungkapnya.

Inovasi ketiga dan keempat yaitu pelayanan terpadu dan sistem pelaporan dan konsumsu full covered. "Untuk katering tahun ini jemaah haji sudah tidak mendapatkan makan dan transportasi H-3 dan H+2 Armuzna. Padahal ini saat yang sangat penting bagi jemaah haji mendapatkan asupan gizi, maka dari itu tahun 2020 kami akan mengusahakan pada masa itu tetap menyediakan makanan dengan model siap saji," terangnya.

Kemudian mengenai proses visa, Ia mengakui akan mendapatkan kemudahan yaitu efisiensi proses visa dengan verifikasi dan visa request dilakukan di Kanwil dan paspor tidak perlu dikirim ke pusat.

Poin ketujuh merupakan hasil evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 yaitu mentertibkan penomoran maktab di Makkah yang berbasis zonasi. "Karena yang tahun 2019 ada kekeliruan sehingga masih ada kloter yang terpisah dari zonasinya," ujarnya.

Dilanjutkan dengan poin kedelapan yaitu penyusunan regulasi teknis akibat dari terbitnya UU no. 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, kemudian poin kesembilan, Ia menyebutkan inovasi baru sebagai pelayanan yang memudahkan jemaah haji yaitu pembayaran pelunasan haji dilakukan non-teller.

"Dan non-tunai yaitu living cost tidak lagi diberikan dalam bentuk uang tunai tetapi kartu debit sekaligus kartu identitas jemaah haji. Hal ini untuk mengurangi tercecernya uang yang sering terjadi pada jemaah haji," ujarnya.

Poin 10 menjadi yang terakhir yaitu mengenai proses badal dan safari wukuf yang ditentukan oleh KKHI agar jemaah haji dapat terdata dengan baik.

"Maka saya mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan agar Kementerian Agama dapat menitipkan dokter utusan yang bertugas mendata jemaah haji yang melakukan visit ke rumah sakit sehingga dari data ini diperoleh jemaah haji yang akan melakukan badal atau safari wukuf," jelasnya.

Setelah menjelaskan 10 inovasi pelayanan ibadah haji, Nizar pun meminta peserta sertifikasi pembimbing manasik haji untuk turut serta mendukung inovasi ini sehingga pelayanan terhadap jemaah haji dapat dilaksanakan sesuai poin tersebut.

Kontributor: Novam Scorpiantrien