Menyeimbangkan Diri dan Kehidupan dengan Sabar dan Syukur

Rabu, 23-10-2019 | 10:23:19

Tawang (INMAS Kota Tasikmalaya) Dalam menjalani kehidupan, terdapat ilmu yang sering sekali dituturkan, dan dinasehatkan, tetapi perlu seumur hidup untuk dipahami dan dihayati. Adalah kalimat pembuka indah yang disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kota Tasikmalaya pada Pembinaan rutin mingguan di Aula Kankemenag pada Senin (21/10).

"Allah sudah pasti Maha Adil, tetapi kenyataan hidup kadang terasa tak adil karena manusia sering kali belum mampu memahami kemahaadilan Allah SWT. Sabar, syukur dan ikhlas adalah kunci dari kedamaian hati," ungkap Yayan.

Sabar mencakup tiga aspek yakni;

  1. Sabar dalam menghadapi musibah dan kesulitan;
  2. Sabar di dalam melakukan ibadah;
  3. Sabar di dalam menjauhi maksiat

Firman Allah : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.Al-Baqarah (2): 153).

Kasubag mengungkapkan bahwa sabar di dalam melakukan ibadah ganjarannya lebih besar daripada ganjaran sabar di dalam menghadapi musibah, dan ganjaran sabar di dalam menjauhi maksiat jauh lebih besar dibandingkan ganjaran sabar di dalam melakukan ibadah.

“Sebab itu, manusia yang sabar adalah manusia yang tidak kehilangan keseimbangan dirinya dalam menghadapi berbagai kesulitan, manusia yang tidak marah manakala kelelahan (jelas, amal perbuatannya ini dijalan Allah. Maka baginya pahala yang tidak terbatas. Maksudnya, orang ini mendapatkan ganjaran yang besar, yang tidak ada orang yang mengetahui seberapa besarnya kecuali Allah SWT,” tegasnya.

Sebaliknya, jika tidak mampu mengalahkan kesulitan-kesulitan, maka, niscaya   akan terpuruk, merasa resah, gelisah, dan putus asa, hingga secara perlahan-lahan terjerembab dalam kekufuran, dan kemudian syaraf-syarafnya melemah sedemikian rupa.

Sebab itu, sabar adalah pilar kebahagiaan seorang manusia. Dengan kesabaran, manusia akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.