Tahun 2020, Tahun Peningkatan Kualitas Manasik Haji

Rabu, 23-10-2019 | 05:01:59

Jl. Dr. Setia Budi (INMAS Bidang PHU)

"Penetapan kloter pada tahun 2020 akan berdasarkan pada kecamatan yang sudah ditentukan oleh masing-masing Kasi Haji Kankemenag Kab/Kota sehingga KBIH dapat bersinergi dengan Kasi Haji sejak awal," demikian pengantar materi Dirjen PHU, Prof. H. Nizar, pada Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan XIII (Mandiri), Selasa (23/10), di Hotel Hemangini Bandung.

Ia menilai dengan sistematis baru ini maka penetapan kloter dapat ditentukan lebih awal sehingga diperkirakan pada Bulan Desember tahun ini kloter jemaah haji sudah ada dan dapat langsung direncanakan pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji.

Nizar menegaskan bahwa KUA harus terlibat aktif dalam pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji pada tiap kecamatan dan pembimbing manasik haji yang ditugaskan harus sudah memiliki sertifikat.

"Bimbingan manasik haji juga dapat dilakukan di Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji yang ada pada tiap KUA Kecamatan. Diharapkan juga bimbingan manasik haji ini dapat dilaksanakan secara terintegrasi dan kolaborasi antara KUA dan KBIHU sehingga anggaran yang sudah dialokasikan oleh Kementerian Agama untuk Bimbingan Manasik Haji di KUA dapat lebih efektif," terangnya.

Dihadapan 113 peserta yang mengikuti sertifikasi ini, Nizar meminta kerja sama dan bantuannya dari pihak KBIHU untuk dapat meningkatkan koordinasi dengan pihak KUA untuk menyukseskan program penetapan kloter jemaah haji ini.

Sesuai dengan kebijakan Menteri Agama RI, Ia menyebutkan bahwa tahun 2020 merupakan tahun peningkatan Manasik Haji.

Kebijakan ini tentunya sudah sesuai dengan tahapan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019. "Layanan penyelenggaraan ibadah haji dirasa sudah cukup, setiap fasilitas yang memberikan kenyamanan dan keamanan jemaah haji sudah dilengkapi seperti AC ditenda Arafah dan Mina, kemudian penggantian bus salawat, hotel yang dipilih pun hotel berbintang," jelasnya.

Bahkan untuk meningkatkan pelayanan ibadah haji, Nizar menginformasikan bahwa tahun ini petugas pembimbing jemaah haji perempuan di Arab Saudi akan ditambah jumlah karena sebagian besar jemaah haji Indonesia adalah perempuan.

"Selama ini jemaah haji perempuan merasa canggung untuk berkonsultasi masalah pribadinya dengan pembimbing haji laki-laki, maka dengan disediakannya pembimbing haji perempuan maka jemaah haji perempuan akan lebih leluasa berkonsultasi," tutur Nizar.

Selain itu, Nizar mengungkapkan hasil indeks kepuasan jemaah haji tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi 85,91% dari tahun 2018 yaitu 85,23%. "Survei ini dilaksanakan oleh BPS terhadap 7 jenis layanan, meliputi petugas haji, ibadah, akomodasi, katering, transportasi, kesehatan, dan pelayanan lainnya," ucap Nizar.

Sehingga untuk tahun 2020, Nizar menilai indeks kepuasan jemaah haji harus tetap meningkat dan ini menjadi salah satu tugas pembimbing manasik haji dalam membina mental dan pengetahuan jemaah haji mengenai penyelenggara ibadah haji.

"Pembimbing manasik haji tidak lagi memberikan materi monoton hanya seputar peribadahan haji, tetapi juga harus menyangkut keseluruhan yang akan jemaah haji hadapi pada saat melaksanakan ibadah haji seperti penggunaan fasilitas yang disediakan, situasi dan kondisi di tanah suci, dan pengetahuan lainnya," paparnya.

Pada akhir materinya, Nizar menjelaskan juga mengenai 10 inovasi pelayanan ibadah haji yang menjadi target Kementerian Agama RI dalam meningkatkan pelayanan terhadap jemaah haji.

"Selamat mengikuti sertifikasi ini dan semoga dengan adanya pembimbing manasik haji yang berkualitas akan memberikan syafaat bagi calon jemaah haji Indonesia," tutup Nizar.

Kontributor: Novam Scorpiantrien