Peningkatan Pelayanan Jemaah Haji, Ditjen PHU Buka Rapat Evaluasi

Selasa, 15-10-2019 | 10:26:21

Padalarang (INMAS Bidang PHU)

Pelaksanaan operasional penyelenggaraan ibadah haji yang telah selesai sebulan yang lalu masih menyisakan pekerjaan yang harus segera dituntaskan yaitu tahapan evaluasi. Hal inilah yang menjadi dasar diselenggarakannya Rapat Kerja Teknis Evaluasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat Tahun 2019 selama 3 hari yaitu dari tanggal 14-16 Oktober 2019, di Hotel Mansion Pine, Padalarang.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dirjen PHU Kemenag RI, H. Nizar Ali yang sekaligus memberikan arahan kepada peserta yang hadir, Senin (14/10). Tak luput pula, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. A. Buchori, memberikan arahan sekaligus beberapa poin penting akan perbaikan penyelenggaraan ibadah haji.

"Dengan adanya 8 inovasi penyelenggaraan ibadah haji yang digagas Kementerian Agama RI untuk tahun ini, banyak memberikan pengaruh yang sangat dirasakan oleh jemaah haji. Bisa kita lihat pada video testimoni yang tadi kita lihat bersama-sama," tutur Buchori.

Akan tetapi, Buchori juga menyoroti beberapa hal yang harus dilakukan perbaikan yaitu mengenai bimbingan manasik haji yang dirasa kurang untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada jemaah haji.

Ia mengungkapkan, "Untuk fasilitas dan sarana prasarana saya rasa sudah cukup lengkap untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji. Tetapi yang kurang itu adalah pemantapan ibadah bagi jemaah haji karena masih ada jemaah haji yang merasa ragu-ragu akan kelengkapan ibadah hajinya."

Maka dari itu, Buchori menyarankan untuk tahun depan agar yang ditingkatkan adalah pembinaan atau bimbingan manasik haji yang materinya dapat menyeluruh, tidak hanya tentang ibadah ritual tetapi mengenai kondisi yang akan dihadapi.

Senada dengan hal tersebut, Nizar biasa disapa, mengamini hal tersebut dan berjanji akan menjadikan bahan evaluasi dari Pak Kanwil Kemenag Jabar sebagai perbaikan untuk program penyelenggaraan haji tahun yang akan datang.

"Setelah indeks pelayanan haji tahun 2018 mengalami peningkatan dengan 10 inovasi, maka diharapkan di tahun 2019 dengan 8 inovasi juga akan mengalami kenaikan indeks sesuai yang ditargetkan," terangnya.

Ia pun mengapresiasi kegiatan ini dan optimis Kemenag jabar akan selalu melakukan yang terbaik bagi pelayanan haji karena hal ini sudah dibuktikan selama pelayanan haji dengan jumlah jemaah haji paling banyak se-Indonesia dapat teratasi dengan baik.

"Saya berterima kasih kepada Kanwil Kemenag Jawa Barat yang selalu mendukung inovasi Kemenag RI dengan beberapa inovasi unggulan yang bisa kami jadikan referensi program kerja kami," ucapnya denga antusias.

Ia pun berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini yang mengundang Kasi Kankemenag Kab/Kota, Pokjaluh, pokjawas, dan FKBIH dapat bersinergi bekerja sama untuk perbaikan sekaligus membentuk inovasi baru bagi pelayanan jemaah haji.

Kontributor: Novam Scorpiantrien