KUA Cilebar, KUA Sarat Inovasi!

Jumat, 19-07-2019 | 00:58:53

Cilebar-Karawang (Inmas Bidang Urais dan Binsyar)
#KUATeladan2019

Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang merupakan Kecamatan pemekaran dari sebagian Desa yang berada di Kecamatan Pedes, Tempuran, dan Rawamerta yang dibentuk berdasarkan Perda Kabupaten Karawang Nomor 2 Tahun 2005 dengan jumlah Desa sebanyak 10 Desa, memiliki luas wilayah ± 6.495 Ha yang berbatasan langsung dengan laut Jawa

Sebagai salahsatu kawasan Sub-Urban, dengan populasi penduduk ± 44.513 Jiwa, mayoritas berprofesi sebagai buruh, petani dan nelayan, dirundung massivenya industrialisasi, pembangunan serta pesatnya kemajuan teknologi dan informasi, berpengaruh terhadap pola dan gaya hidup masyarakat yang sedianya di imbangi dengan pembinaan spiritual

H. Deni Firman Nurhakim, S.Ag, M.Si, Sosok Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cilebar, jebolan Sosiologi Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia tersebut memiliki dukungan personil 1 orang penghulu, 2 orang pelaksana, 1 orang penyuluh agama Islam fungsional, 6 orang penyuluh agama Islam honorer, dan 1 orang sukarelawan pramubhakti, bersinergi dengan jajaran MUSPIKA, dan seluruh elemen masyarakat, secara persuasif mencoba menangkal tantangan tersebut dengan mengusung konsep “KAMPUNG SANTRI” sebagai manifestasi dari 7 inovasi program layanan dan pembinaan yang merepresentasikan peranan strategis lembaga KUA sebagai miniatur Kementerian Agama, diantaranya :

  • Wakaf Al Qur’an dari Calon Pengantin untuk Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an dengan sasaran khususnya fase usia produktif atau generasi milenial dan usia nikah, melalui Gerakan Maghrib Mengaji
  • Pensertifikatan tanah Wakaf secara Massal, untuk menyelamatkan aset ummat ditengah pesatnya pembangunan dan pengembangan tata ruang
  • Pencatatan Hasil Sidang Itsbat Nikah Massal, sebagai aspek legal untuk memenuhi kelengkapan administrasi bagi masyarakat yang pernikahannya tidak tercatat di KUA
  • Mengoptimalkan fungsi sarana ibadah, melalui penyuluhan dan pelatihan Manajemen Masjid bagi DKM, sebagai media informatif, edukatif dan advokatif untuk masyarakat
  • Moderasi beragama, berupa penyuluhan dan Pelatihan kepada Khotib Jum’at, sebagai upaya untuk mereduksi polarisasi faham keagamaan dan dinamika politik dalam kehidupan berdemokrasi
  • Pemberdayaan potensi ekonomi ummat Islam, melalui penyaluran Bantuan Modal Usaha secara bergulir dan bebas riba, bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil yang Aktif di Masjid, Mushalla, atau Majelis Ta’lim

Inovasi tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan rating kepatuhan lembaga terhadap mandatory spending atas amanah undang-undang demi terwujudnya cita-cita luhur kemerdekaan dan bukti bahwa negara hadir untuk senantiasa berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, sebagai wujud penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) demi tercapainya keberhasilan pembangunan Nasional melalui pembangunan bidang agama yang diemban oleh KUA dalam melaksanakan sebagian tugas umum pemerintah

Kontributor : Hendra Gunawan