309 Siswa Baru MTsN 2 Karawang Ikuti Masa Taaruf Siswa Madrasah

Kamis, 18-07-2019 | 16:40:29

Jatisari (INMAS Kab. Karawang)

Istilah MATSAMA di kalangan masyarakat kedengarnya terasa asing, karena istilah tersebut belum memasyarakat/populer hanya bergulir di kalangan madrasah. Dulu kita mengenal istilah MOS (Masa Orientasi Siswa). MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru) dan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).

Dikalangan madrasah (MI, MTs dan MA) memiliki istilah tersendiri yaitu MATSAMA (Masa Ta'aruf Santri/Siswa Madrasah) yang pada intinya adalah sama yaitu Pengenalan Lingkungan Madrasah/Sekolah.

Kegiatan MATSAMA MTsN 2 Karawang dimulai tanggal 15 s.d. 17 Juli 2019 yang diikuti oleh peserta didik baru berjumlah 309 orang/siswa. MATSAMA ini merupakan bagian dari program pendidikan Kementerian Agama dengan tanggung jawab pelaksanaanya : Kepala Madrasah bertanggungjawab penuh atas pelaksanaanya, perencanaanya, dan evaluasi MATSAMA. Perencanaan kegiatan ini disampaikan kepada orangtua siswa/wali sebagai laporan siswa baru.

Pelaksaan MATSAMA ini dibantu oleh siswa karena keterbatasan guru dengan syarat sebagai pengurus OSIS dan tidak memiliki perangai buruk.

Kepala Madrasah, Drs. HM. Nuryaqin, M.Si dalam sambutannya menyampaikan 6 syarat mencari ilmu yaitu : 1). Punya kecerdasan (ذكاء) 2). Serakah/semangat tinggi ( حرص) 3). Sabar ( إصطبار) 4). Ada bekal ( بلغة) 5). Ada petunjuk guru (وأرشاد أستاذ) 6). Panjang waktu (وطول زمان).

Kemudian memberikan contoh cerita seorang santri yang mengadu kepada gurunya (Syakh Wake') tentang jeleknya hafalan. Syekh Wake' memberi petunjuk "Tinggalkanlah maksiat, sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Alloh tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat".

Dia menambahkan tujuan MATSAMA yaitu mengenali potensi diri siswa baru, mengenalkan lingkungan madrasah/sekolah kepada siswa baru, memotivasi siswa untuk bersikap pro aktif dan mengenal seluruh civitas, sehingga merasa aman, nyaman dan timbul rasa persaudaraan, memotivasi siswa utuk kebiasaan belajar bersama, berkelompok melalui diskusi, memotivasi siswa agar merasa bangga terhadap madrasah/sekolah yang dipilihnya, sehingga dapat memahami dan melaksanakan aturan-aturan di madrasah/sekolah baru.

Selanjutnya, menyadari betapa pentingnya menjaga nama baik madrasah, sehingga memberikan kontribusi positif baik secara internal maupun ekternal terhadap almamater, memberikan kesan positif yang menyenangkan terhadap lingkungan madrasah, menumbuhkan perilaku positif kepada siswa seperti, kejujuran, kemandirian, saling menghargai dan menghormati, keanekaragaman, kedisiplinan, kebersihan, hidup sehat, sehingga mewujudkan siswa memiliki nilai integritas, etos kerja dan semangat gotong royong.

“Selamat belajar, semoga sukses dan menjadi anak sholeh/sholehah,” pungkasnya. Amiin Yra.

 

Kontributor : Denden/Nuryaqin