Ridwan Kamil: Jadikan Masjid Pusat Peradaban Islam

Selasa, 16-07-2019 | 12:53:58

Univeritas Siliwangi tasikmalaya (INMAS Kota Tasikmalaya)

Tidak hanya untuk ibadah, Masjid memiliki peranan penting dalam proses perubahan sosial terutama dalam membangun aspek moral dan perilaku islami. Saat zaman Rasulullah SAW, masjid difungsikan sebagai pusat peradaban umat, dan itu sedang menjadi contoh bagi Gubernur Jawa barat.

Masjid di lingkungan Perguruan Tinggi, tentu harusnya dapat dihidupkan dengan suasana masjid yang hangat oleh kegiatan-kegiatan mahasiswa dan mahasiswi. Mengawali sambutannya, Ridwan Kamil menyebutkan salah satu surat At-Taubah.

"Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS, At-Taubah (9:18))

Peresmian Masjid Kampus Al Muhajirin Universitas Siliwangi Jl. Siliwangi No.24, Kahuripan, Kec. Tawang, Tasikmalaya pada Jumat (12/7) diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya Dr. H. Hilmy Rivai, M.Pd mendampingi Gubernur dalam peresmian ini.

Dalam Sambutannya, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat sedang melakukan pembahasan rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) tentang pesantren dan berharap kedepannya dapat memudahkan pondok pesantren dan masjid dalam pembangunan.

Gubernur Jawa Barat HM Ridwan Kamil dalam sambutan sesaat sebelum peresmian mengatakan bahwa dirinya merasa sangat senang apabila diminta untuk meresmikan sebuah masjid.

“Sebelum menjadi Pimpinan Daerah, dalam dakwah saya itu membangun infrastruktur masjid. Saat ini saya juga sedang mendesain masjid di Palestina, Masjid di Spanyol, karena memang jumlah Mualaf yang ada di Spanyol.itu banyak, pada tahun 1970 jumlah muslimnya hanya 30 ribu sekarang sudah mencapai 3 juta.Tahu bulat digoreng dadakan, harganya lima ratusan, Jika kita mau selamat dimasa depan, jadikanlah Masjid sebagai pusat peradaban,” ungkapnya.

Kontributor : Shinta Wulan Anggraeni