Kunjungan Lapangan FKUB Kota Tasikmalaya ke FKUB Boyolali

Senin, 15-07-2019 | 16:11:01

Boyolali (INMAS Kota Tasikmalaya)

Untuk menambah ilmu dan pengalaman merajut kerukunan antar umat beragama, kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja FKUB. Kunjungan ini dilakukan ke Kantor Kesbangpol dan FKUB Boyolali, Senin-Rabu tanggal 15-17 Juli 2019.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, melafalkan Pancasila, dan pembacaan do'a.

Sambutan Kepala Kantor Kesbangpol Kab. Boyolali, Drs.Sabarudin, SH. MM. mewakili Bupati, beliau mengucapkan selamat datang di Kab. Boyolali. Kemudian menyampaikan Selayang pandang Kab. Boyolali. Tempat ibadah terintegrasi di wilayah kantor bupati merypakan simbol kerukunan di FKUB Boyolali.

Bapak H. Yudi Kustiandi, MM (Kepala Kanyor Kesbangpol Kota Tasikmalaya) Ucapan terimakasih atas kesediaan menerima kunjungan lapangan dari Kesbangpol Kota Tasikmalaya. Tujuan ingin mendapatkan perbandingan dalam pelaksanaan program di FKUB Boyolali.

  1. Nono Nurul Hidayat, bendum FKUB Kota Tasikmalaya dalam sambutannya memperkenakan pengurus. Beliau juga menjelaskan tujuan kunjungan diantaranya :
  2. Silaturahim;
  3. Studi banding manajemen FKUB di Boyolali;
  4. Pembinaan kerukunan yang dilakukan FKUB Boyolali.
  5. Habib Masturi, ketua FKUB Kab. Boyolali. Merasa tersanjung atas kunjungan ke 2 kali. Disampaikan juga. Kisah-kisah kegiatan FKUB Boyolali. Pengenalan pemahaman agama kontemporer taqrib bainal adyan bainal madzahib dan aromis (ormas-ormas) untuk harmonisasi hubungan antara anggota FKUB. Faham islam menurut siapa?. Mengembangkan at-Tashwibah. Perasaan benar dalam diri sendiri, tetapi tanpa menyalahkan orang lain. Kebenaran tidak tunggal tetapi terbuka sejauh pemahaman masing-masing. Memahami tenyang kebinekaan.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan Flatform dan kiat-kiat FKUB Boyolali dalam upaya memelihara kebersamaan umat beragama, diantaranya :

  1. Melakukan proses  attaqrīb bainal adyān, bainal madzāhib, wa bainal Arômis_ (Pendekatan dan harmonisasi antar agama, madzhab, dan ormas).
  2. Sosialisasi SKB dua Menteri tentang pendirian rumah ibadah ke 19 kecamatan dan desa-desa.
  3. Mensosialisaikan pedoman dalam memahami agama. Diantaranya, bahwa penentu Syari'at dalam Islam adalah Allah SWT. Dia yang menciptakan Syari'at. Adapun Pemahaman tentang syari'at itu dilakukan oleh manusia. Sepanjang yang dipahami oleh manusia tentu membuka perbedaan.
  4. Dalam dakwah dikedepankan proses bukan hasil.
  5. Saling memahami jangan saling menghakimi.
  6. Kasih sayang Rasulullah SAW  kepada musuh-musuhnya tercermin pada peristiwa pembebasan Kota Makkah :

أنه صلى الله عليه وسلم قام على باب الكعبة, ثم قال يا معشر قريش ما ترون أني فاعل فيكم قالوا خيرا أخ كريم وبن أخ كريم قال اذهبوا فانتم الطلقاء.

Bahwasanya Rasul SAW berdiri di depan pintu Ka'bah, kemudian bersabda: "Wahai segenap kaum Quraisy, apa yang akan aku lakukan kepada kalian?" Mereka menjawab: "Sesuatu yang baik bagi kami wahai saudara yang mulia dan anak dari seorang saudara yang mulia". Rasulullah SAW bersabda: "Pergilah kalian, karena kalian telah bebas".

وعندما دخل الرسول  والمسلمون مكة أراد أن يكرم أبا سفيان، فقد كان رجلاً يحب الفخر، فقال الرسول : "من دخل دار أبي سفيان فهو آمن، ومن أغلق بابه فهو آمن، ومن دخل المسجد فهو آمن".

Ketika Rasulullah SAW dan kaum muslimin memasuki kota Makkah beliau ingin menghormati Abu Sufyan (seseorang yang suka membanggakan diri dan keturunan). Maka Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang memasuki rumah Abu Sufyan dia akan aman. Barangsiapa yang menutup pintu rumahnya, maka dia pun aman. Dan barangsiapa yang memasuki masjid, maka dia pun aman".

7.Menyelenggarakan pengajian dengan mengundang tokoh-tokoh lintas agama.

Acara ditutup dengan saling tukar cenderamata antara kedua belah pihak  dan foto bersama.

Kontributor : Arip Somantri