Studi Banding FKUB Kota Tasikmalaya Ke Surakarta

Senin, 15-07-2019 | 15:55:35

Surakarta (INMAS Kota Tasikmalaya)

Sebanyak 26 orang terdiri dari 17 orang pengurus FKUB dan 9 orang dari unsur kesbangpol, kemenag, MUI Kota Tasikmalaya pada hari Senin, 15 Juli 2019 berkunjung ke Kota Surakarta.

Di ruangan Mangantipraja Sekda Kota Surakarta rombongan disambut Kepala Kantor Kesbangpol, Ketua FKUB, dan Beberapa pengurus FKUB Kota Surakarta.

Di dalam sambutannya bapak Indradi AP, SH. MM (Kepala Kesbangpol Kota Surakarta) mengucapkan selamat datang dan mengungkapkan rasa bahagia atas kunjungan ini. Beliau kemudian menjelaskan selayang pandang Kota Surakarta terutama aspek geografis, jumlah penduduk, jumlah kecamatan dan kelurahan, serta tentang kerukuman umat beragama.

Bapak H. Yudi Kustiandi, MM (Kepala Kanyor Kesbangpol Kota Tasikmalaya) dalam kalimat pengantar kunjungan mengucapkan terimakasih atas penerimaan yang baik dan bersahabat dari jajaran Kesbangpol dan FKUB Kota Surakarta. Selanjutnya, beliau Menjelaskan sejarah ringkas kota Tasikmalaya,maksud kunjungan studi banding / kungker. Secara Khusus beliau berharap agar dapat menyerap apa yang sudah dilakukan kesbangpol kota Surakarta dalam hal pendirian rumah duka.

Sementara bapak KH. Dahlan menyebutkan struktur FKUB Kota Surakarta dan menjelaskan program yang sudah dilaksanakan. Diantaranya

  1. Pertemuan antar tokoh masyarakat;
  2. Dialog antar umat bergama;
  3. Dialog antar mahasiswa pemuda antar agama umat beragama;
  4. Dialog antar guru-guru antar sekolah SMA/SMK/MA lintas agama;
  5. Dialog dengan Guru-guru BP SMA/SMK/MA lintas agama.

Nono Nurul Hidayat, bendum FKUB Kota Tasikmakaya dalam sambbutannya memperkenakan 26 tim studi banding. Beliau juga menjelaskan tujuan kunjungan diantaranya :

  1. Silaturahim;
  2. Studi banding manajemen FKUB;
  3. Pembinaan yang dilakukan FKUB Surakarta; dan
  4. Penyelenggaran rumah duka.

Dari Kemenag Kota Tasikmalaya, bapak Drs.H. Danial Abdil Holiq, M.Si. (Kasi BimaIs) menjelaskan kedudukan dan peran, serta pembinaan yang dilakukan Kemenag dalam bidang kerukunan umat beragama di Kota Tasikmalaya. 

Dalam sesi dialog / diskusi yang dipandu bapak Ajat dari Kesbangpol Kota Tasikmalaya, beliau mengajak agar peserta diskusi memfokuskan kepada Ke-FKUB-an dan Kerukunan.

Bapak Dr. Utawijaya ( Bidang Pengembangan KUB Kemenag Kota Tasikmalaya) mengangkat isu- usu seputar Trilogi kerukunan : internal umat beragama, antar umat beragama, kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah.

Secara khusus beliau juga memaoarkan, bahwa Dalam Peraturan Bersama Menteri (PBM) Mendagri dan Menag, disebutkan syarat pendirian rumah ibadah yang meliputi daftar nama dan KTP penggunaan rumah ibadah paling sedikit 90 orang yang disahkan pejabat setempat. Selain itu, perlu ada dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan lurah atau kepala desa. Diperlukan pula dua rekomendasi dari kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten/kota.

Pertanyaanya, Bagaimana pendirian rumah duka apakah sama dengan rumah ibadah?  sehingga perlu mengakomodir ketentuan dan prosedur tentang PBM 90/60 ?.

Sedangkan bapk H. Aep Saefudin (PD Persis) menanyakan Biaya / dana FKUB Kota Surakarta.

Bapak KH. Dahlan : Pendirian rumah ibadah PBM mendari dan menag selanjurnya  diatur ada sk walikota solo. Pelaksanaannya dibagi 2 (dua), sebelum Mei 2006 dibebaskan 0 pernsen tanpa harus ada 60 orang pendukung. Yang sesudah Mei 2006 baru diterapkan 60/90 desertai FC dan tandatangan. Biaya 0 ruliah. Mulai 2018 dilakukan Bimtek, untuk 2019-2020 rumah ibadah harus ber-imb.

Masalah biaya operasional FKUB selalu dipenuhi pa walikota dan ketua DPR. Tahun 2019 mebgajukan dana operadional 1,2 m, dan disetujui serta diberikan 800 jt. Fi FKUB Surakarta tidak ada bendahara, dan keuangan diatur kesbangpol.

Bapak Munanda (bamag) rumah duka tidak identik dengan rumah ibadah. bisa disebut rumah singgah sementara, cuma biadanya ada ritual budaya dan agama tertentu. rumah duka pada dasarnya dapat dipergunakan oleh semua umat beragama.

Acara diakhiri dengan tukar cenderamata antara Kesbangpol dan FKUB Surakarta dengan Kesbangpol dan FKUB Kota Tasikmalaya.

Kontributor : Arip Somantri