Lagi, JH Jabar Gagal Berangkat

Jumat, 12-07-2019 | 01:41:33

Jl. Kemakmuran (INMAS Bidang PHU)

18 kloter jemaah haji berasal dari kab/kota se-Jawa Barat telah diberangkatkan menuju tanah suci. Sayangnya, ada beberapa jemaah haji yang harus berlapang dada tidak dapat menjalankan Rukun Islam yang kelima ini. Ketua Panitia PPIH Bidang Kesehatan Embarkasi Jakarta Bekasi Tahun 1440H/ 2019M, Yani Dwiyuli Setiani, menerangkan bahwa ada 3 jemaah haji yang gagal berangkat haji pada tahun ini.

"Setelah kemarin ada yang gagal berangkat karena kehamilan dan gagal ginjal stage 4 dan sekarang ada lagi jemaah haji yang terdeteksi kehamilannya setelah cek kesehatan tahap terakhir di Embarkasi ini," terangnya.

Jemaah haji yang hamil tersebut berasal dari kloter 15 JKS Kab. Sukabumi dengan usia kehamilan 29 minggu. "Memang setiap jemaah haji perempuan yang dalam usia subur pasti kita adakan WUS atau periksa urin. Bahkan sebelum periksa urin kami juga body screening untuk menghindari kecurangan menyembunyikan urin yang bukan miliknya," jelas ibu manis berkacamata ini.

Pemeriksaan yang ketat ini, lanjutnya, merupakan penentu Istithaah kesehatan jemaah haji apakah laik terbaik atau tidak. "Tidak hanya kehamilan yang menjadi faktor jemaah haji tersebut ditunda pemberangkatannya, tetapi ada juga penyakit yang memang sudah sulit untuk disembuhkan atau memerlukan perawatan khusus," ujarnya.

Yani biasa disapa menginformasikan bahwa usia kehamilan yang diijinkan untuk menunaikan ibadah haji yaitu usia 14-26 minggu.
Selain kehamilan, jemaah haji lain yang gagal berangkat dikarenakan sakit yaitu Kanker Paru-paru stadium 4 beserta exes-nya.

Sampai saat ini, seperti yang disampaikan Kepala Bidang PHU, H. Ajam Mustajam, selaku Sekretatis PPIH Embarkasi Tahun 2018-2019 mengatakan bahwa ada 5 JH yang tertunda pemberangkatannya.

"Serta ada beberapa JH yang saat ini masih dirawat RSUD Kota Bekasi. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa kesehatan menjadi perhatian penting pada penyelenggaraan ibadah haji. Maka dari itu jaga kesehatan dan ikuti petunjuk dari petugas kloter agar jemaah haji tidak kekurangan satu apapun," jelasnya pada Seremonial Pelepasan JH Kloter 13 JKS asal Kab. Bandung.

Kontributor: Novam Scorpiantrien