PBSB Lahirkan Kerja Sama Dinamis Kanwil Kemenag Jabar dan UIN SGD

Rabu, 12-06-2019 | 14:52:30

Jl. Kebon Kawung (INMAS PD Pontren)

"Sudah beberapa tahun belakangan ini, Kanwil Kemenag Jawa Barat mengadakan kerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk pelaksanaan PBSB," buka Kabid PD Pontren, H. Abubakar Sidik, pada Pembukaan Kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan PBSB Dalam Negeri Provinsi Jawa Barat Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019, Rabu (12/6), di Hotel Mutiara Bandung.

Pak Kabid pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak UIN SGD khususnya Fakultas Ushuluddin yang mau dilibatkan untuk menyukseskan terlaksananya seleksi PBSB yang merupakan agenda tahunan dari Direktur PD Pontren Kemenag RI.

"Saya berharap Rakor ini dapat membahas berbagai hal yang penting dan harus dilaksanakan pada saat seleksi nanti. Selain itu juga menyamakan visi misi antara Kanwil Kemenag Jabar dan UIN SGD sehingga dapat tercipta dan terjalin kerja sama yang baik," harap Pak Abubakar.

Pak Kabid pun menjelaskan bahwa PBSB memberikan kesempatan bagi seluruh santri tingkat akhir (aliyah/ula) lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 serta berasal dari MAN/MAS bagian dari pondok pesantren, Satuan Pendidikan Muadalah, Pendidikan Diniyah Formal, dan Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah yang telah memiliki nomor statistik pondok pesantren.

"Dengan adanya PBSB ini diharapkan para santri memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk melanjutkan pendidikannya kejenjang perguruan tinggi sehingga para santri ini dapat mengabdi di pondok pesantren dan menjadi calon ulama yang cerdas," ungkap bangga Pak Abubakar.

Senada dengan yang diungkapkan oleh Pak Kabid, H. Aep Tata Suryana, Kasi Pendidikan Pondok Pesantren yang juga Ketua Panitia Penyelenggaraan PBSB DN Tingkat Provinsi Jawa Barat, menambahkan bahwa santri yang akan mengikuti PBSB berjumlah 700 orang dari hasil seleksi administrasi dengan jumlah pendaftar sebanyak 1024 orang.

"PBSB dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2019 bertempat di Gedung Lecture Hall UIN SGD Bandung dengan kepanitiaan dan pengawas berjumlah 115 orang yang berasal dari Kanwil Kemenag Jawa Barat dan UIN SGD Bandung," terangnya.

Pada akhir laporannya, Pak Kasi menegaskan kepada panitia dan pengawas yang sudah ditugaskan agar dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan pembagian tugasnya. "Datang harus tepat waktu dan untuk pengawas harus jeli melihat praktik-praktik kecurangan yang terjadi pada saat CBT berlangsung karena bagi peserta yang berbuat curang akan langsung didiskualifikasi," tegasnya.

Kontributor: Novam Scorpiantrien