Temui Penyuluh dan Guru, Menag Ajak Jaga Keharmonian Kota Bekasi

Sabtu, 12-01-2019 | 00:35:48

Jl. Kemakmuran - Kota Bekasi (Inmas - Bagian Tata Usaha)

Harmony Award yang diberikan Kementerian Agama kepada Kota Bekasi pada peringatan Hari Amal Bakti ke-73 Tingkat Nasional di Jakarta, (03/01) merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa, bagi Kota Bekasi yang unik dengan keragaman keberagamaan penduduknya. Dalam hal itu, Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, mengajak kepada masyarakat Kota Bekasi untuk merawat keharmonian tersebut.

Hal ini disampaikan Menag saat menjumpai para Penyuluh Agama dan Guru Pendidikan Agama Islam dan dalam kegiatan Sapa Penyuluh dan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) yang digelar Kankemenag Kota Bekasi, di Asrama Haji Embarkasi Jakarta Bekasi, Jum’at (11/01).

Menag mengungkapkan bahwa penghargaan ini diberikan karena kota Bekasi dapat menjaga keharmonisan masyarakat di Kota Bekasi. Keberhasilan Kota Bekasi meraih Harmony Award, tambahnya,  bukanlah proses yang sekejap. Melainkan, perlu proses yang cukup panjang untuk menghasilkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Keharmonisan tersebut menurut Menag juga  tak lepas dari peran  Tokoh Agama, Penyuluh, Kepala Madrasah, Pengelola pondok pesantren, serta para pendidik lainnya. Sesuatu yang sudah berhasil, tambahnya, harus dijaga, dipelihara dan dirawat sehingga keharmonian dalam masyarakat tetap terjaga.

Kegiatan yang berisi dialog bersama para guru dan penyuluh agama, diikuti oleh 750 peserta. Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan, Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag RI, H. Suyitno, Direktur Pembinaan Petugas Haji Ditjen PHU Kemenag RI, H. Khoirizi, Pejabat Eselon III dan IV  di lingkungan Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat dan Kankemenag Kota Bekasi. Kakanwil Kemenag PRov. Jawa Barat, H. A. Buchori, tampil menjadi moderator dalam dialog tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Menag menyampaikan hakikat tentang peran ASN dalam menjalankan tugasnya. Selain itu iapun mengingatkan kepada seluruh ASN Kementerian Agama  untuk dapat menyebarkan nilai-nilai agama yang moderat demi berlangsungnya keharmonisan dalam masyarakat.

"Maka saya mengajak agar  agama yang kita sebarkan adalah agama yang koridor nilai-nilai yang moderat," pesan Menag.

Kontributor : Tri Budiono