Ditjen Bimas Islam Upayakan Deteksi Dini Faham Keagamaan Bermasalah

Kamis, 08-11-2018 | 14:28:59

Hotel Harmoni (INMAS Kota Tasikmalaya)

Kepala Sub Direktorat Bina Paham Keagamaan Bermasalah dan Penanganan Konflik Nur Azizah Senin malam (5/11) menjadi narasumber dalam kegiatan kegiatan Temu Konsultasi Masalah-Masalah Aktual Bidang Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik  bertempat di Hotel Harmoni Tasikmalaya. Dihadapan sekitar 50 peserta ia menuturkan berbagai kebijakan yang telah dilakukan Dirjen Bimas Islam dalam rangka menangani berbagai konflik dan faham keagamaan yang bermasalah.

Perempuan cantik bergelar Doktor ini menuturkan dalam rangka mengatasi semakin berkembangnya aliran dan gerakan keagamaan bermasalah khususnya yang rentan menimbulkan konflik dan kekerasan, Ditjen Bimas Islam memandang perlu dibuatkannya sebuah formulasi deteksi dini yang kelak dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.Formula ini adalah Semua elemen keagamaan harus memiliki sense of crisis (kepekaan) terhadap perkembangan aliran atau gerakan keagamaan bermasalah khususnya yang rentan menimbulkan konflik dan kekerasan.

Ia menambahkan formulasi deteksi dini harus diterapkan dalam mengidentifikasi setiap masalah, utamanya oleh semua pihak yang ada di masyarakat  termasuk para Ulama, Tokoh Agama dan Lembaga Keagamaan. Dengan begitu maka dibutuhkan sikap peka atas berkembangnya paham-paham bermasalah seperti radikalisme, terorisme, liberalisme hingga sesatisme itu.

“Dalam upaya menentukan sikap dan tindakan yang tepat maka pemerintah perlu juga memerhatikan agar nilai keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam berkeagamaan dapat terjamin dengan tenang”, ujarnya.

Ia juga menambahkan persoalan yang mendasar adalah islam itu agama mayoritas namun tidak menjadi sebuah kekuatan karena tidak adanya upaya untuk bersinergi dengan sesama muslim lainnya. Menjadi Pekerjaan rumah besar bagaimana membangun harmoni sebagaima islam mengajarkan kehidupan yang harmoni meski ada dalam kemajemukan. Sebagai Subdit baru ia merasa kendala yang dihadapi cukup berat bagaimana membanun harmoni di Indonesia khususnya faham keagamaan yang berkembang dan tidak sesuai atau menyimpang dari yang seharusnya.

“Karenanya melalui kegiatan seperti ini kami mengajak semua pihak untuk bersama – sama mewujudkan kehidupan yang harmoni dan menerapkan nilai – nilai islam yang moderat sehingga islam menjadi rahmatan lil alamin”, imbuh Azizah.

Kontributor : Yeni Rohayati