Kasubag Tu : Islam tidak Mengajarkan Radikalisme

Kamis, 08-11-2018 | 14:26:28

Hotel Harmoni (INMAS Kota Tasikmalaya)

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Fuad Lutfi menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan  Temu Konsultasi Masalah-Masalah Aktual Bidang Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik, Minggu malam (04/11/18) bertempat di Hotel harmoni Tasikmalaya. Kasubag ucapkan selamat datang kepada Tim dari Direktorat Bimas Islam, selamat menikmati kota Tasikmalaya, kota kecil namun resik dan dikenal juga dengan kota santri.

Fuad di hadapan 50 orang peserta yang  terdiri dari unsur Bimas Islam dan Penyelenggara Syariah, para Kepala KUA, MUI, Penyuluh Agama dan Ormas Islam menuturkan pentingnya menjaga nilai – nilai islam yang moderat apalagi dalam suasana mendekati pilpres. Berbagai isu faham keagamaan menjadi isu hangat yang digoreng untuk kepentingan berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab. Ini tentunya akan merugikan umat islam yang pada dasarnya tidak mengajarkan radikalisme.

“Sebaliknya islam adalah agama damai yang senantiasa mengajarkan nilai rahmatan lil alamin”, serunya.

Kasubag juga menjelaskan bahwa radikalisme agama dan paham keagamaan yang bermasalah telah merugikan banyak pihak, satu diantaranya umat Islam. Di banyak kesempatan telah terbukti bagaimana sikap ekstrimisme yang berpotensi memunculkan tindakan terorisme itu telah dilakukan oleh mereka yang kadang mengatasnamakan agama. Simbol-simbol Islam yang mereka gunakan itu sangat merugikan, padahal hakikatnya Agama Islam sama sekali tidak ada kaitannya dengan gerakan radikal apalagi terorisme.

“Tidak ada satupun pesan moral Islam yang menunjukkan adanya ajaran radikalisme dan terorisme”, tegasnya.

Ia bersyukur Bimas islam mempercayakan kegiatannya berlangsung di Tasikmalaya, apalagi dengan kondisi Kota Tasikmalaya yang memiliki banyak keragaman. Harapannya melalui kegiatan temu konsultasi ini bisa mengubah interaksi antar kelompok menjadi lebih harmoni, beberapa pihak diajak untuk masuk dalam wadah atau ruang diskusi sehingga bisa memantapkan langkah untuk membangun suasana yang harmonis dalam kehidupan beragama.

“Semoga kegiatan ini memberi kita wawasan dan keilmuan baru sebagai modal dalam mensosialisasikan nilai – nilai moderasi islam di masyarakat”, imbuhnya.

Kontributor : Yeni Rohayati