MAN 1 Kota Bekasi, Beri Inovasi berbasis Tekhnology

Jumat, 14-09-2018 | 15:15:08

Bekasi Utara (INMAS Kota Bekasi)

Inovasi merupakan jalan menuju Reformasi Birokrasi. Berkreasi dan menemukan hal – hal baru, baik dan bermanfaat untuk proses pelayanan publik adalah dengan inovasi baru. Inilah yang ditawarkan Man 1 Kota Bekasi (MAnsasi) dalam memberikan Inovasi pada pelayanan pendidikan. Inovasi tersebut berupa mengoptimalkan penggunaan technology yang memang sangat diperlukan untuk masa kekinian. Dengan berbagai inovasi berbasis technology yang menitikberatkan pada penggunaan internet, Endang Saefuddin, salah seorang agen perubahan Reformasi dari Kota Bekasi sekaligus sebagai Kepala madrasah Mansasi merealisasikan inovasi – inovasi berbasis tekhnologi ini.

“ Dengan basis tekhnologi ini, kami membuat e-Learning, E-Library, absensi secara finger print untuk siswa dan siswi dan penggunaan CCTV untuk melihat aktivitas siswa dan belajar mengajar guru,” Jelas Endang.

Dianita Evo Nila Sari, Analis Kebijakan Pertama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) mengatakan berbagai inovasi yang telah dilakukan Endang Saefudin terbilang baik. Pengoptimalan belajar mengajar dengan E- Learning, menggugah hoby membaca atau literasi siswa dengan E-Library hingga penggunaan Finger Print untuk siswa juga merupakan terobosan yang terbilang baik. Selain inovasi ini, beberapa pengendalian dan pengamanan sekolah adalah penggunaan CCTV di lingkungan sekolah. Selain itu terdapat tim pengawas yang siap menegur pegawai jika terjadi kelalaian.

“Menegur  tamu untuk menggunakan kartu tamu dan mengisi buku tamu yang dilakkan tim pengawas ini merupakan hal baik yang dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk pengendalian, dan ini sudah baik,” Ujar Dianita.

Meski demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Mansasi, terutama dalam poin benturan Kepentingan. Keberadaan guru kelas yang anaknya bersekolah di lingkungan Mansasi dapat menjadi benturan kepentingan. Karenanya perlu adanya semacam aturan atau regulasi yang dibuat Mansasi untuk menghindari benturan kepentingan ini, misalnya bagaimana caranya agar guru yang memiliki anak yang bersekolah di tempat yang sama tidak mengajar di kelas putra atau putrinya.

“Dikhawatirkan akan terjadi benturan Kepentingan, Karenanya ini perlu difikirkan,” Jelas Dianita.

Kontributor : Evi Agustin