Proses Imigrasi Sudah Cepat, JCH Dihimbau Langsung Menggunakan Ihram

Jumat, 10-08-2018 | 14:51:03

Jl. Kemakmuran (INMAS Bidang PHU)

Pemberangkatan gelombang dua yang dimulai pada kloter 41 memiliki perlakuan yang berbeda karena JCH ini langsung diterbangkan menuju Bandara Jeddah.Pelaksanaan Biometrik di embarkasi sangat memberikan pengaruh yang besar akan waktu yang dimanfaatkan oleh para JCH. Hal ini dibuktikan pada saat JCH sampai di Bandara AMAA Madinah hanya memakan waktu 30 menit untuk pengecekan ulang data Jemaah dan selanjutnya JCH akan langsung menaiki bus menuju penginapan.

“Sesuai dengan proses yang sudah terasa cepat ini tentunya JCH tidak akan merasakan kelelahan yang berlebihan dan dapat menggunakan waktu untuk beristirahat. Maka dari itu, untuk JCH gelombang 2 pun akan ada perlakuan yang berbeda karena mereka langsung menuju Jeddah,” ungkap Ajam pada tiap sambutan penerimaannya.

Ia pun menjelaskan bahwa waktu yang singkat tersebut membuat para Jemaah tidak memiliki waktu untuk mengganti pakaian dan menggunakan pakaian ihram di Bandara. “Sehingga Kementerian Agama Pusat menghimbau para Jemaah untuk mulai mandi besar dan menggunakan pakain ihram dari Embarkasi sedangkan niatnya bisa dimulai dari Bandara. Apabila akan merasa kedinginan di pesawat Jemaah pria dapat menggunaka jaket atau kaos yang akhirnya nanti pada saat melintasi miqat harus dilepas,” jelas Ajam.

Selain itu juga, dengan cuaca dan suhu ekstrim di Mekkah, Ajam menganjurkan para Jemaah untuk lebih sering mengkonsumsi air putih walaupun tidak merasa kehausan. Hal ini dilakukan untuk menghindari dehidrasi dan kelelahan berlebihan.

“Makan dan minum yang sudah disediakan oleh para panitia karena makanan dan minuman tersebut sudah terjaga kualitasnya dari segi kesehatan dan kebutuhan Jemaah. Dan yang terakhir pergunakan waktu sebaik-baiknya diutamakan waktu beribadah dan beristirahat,” pesan Kabid PHU Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat.

Himbauan yang dijelaskan oleh Sekretaris PPIH Embarkasi Jakarta Bekasi sesuai berdasarkan yang telah ditentukan oleh Ditjen PHU Kementerian Agama RI karena melihat perkembangan proses penyelenggaraan haji yang sedang berlangsung.

Kontributor: Novam Scorpiantrien