ASN Kemenag Posisikan Sebagai Pengemban Amanah

Rabu, 11-07-2018 | 16:44:56

Tawang (INMAS Kota Tasikmalaya)

Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Senin pagi (09/07) gelar kegiatan Halal Bi Halal bertempat di Aula Kankemenag Kota Tasikmalaya. Hadir sebagai penceramah Ketua MUI Kota Tasikmalaya, Aceep Noor Mubarrok. Pria yang selalu tampak segar dan semangat ini menyampaikan tausiyah dihadapan seluruh keluarga besar Kemenag Kota Tasikmalaya dengan gayanya yang khas. Ia menjelaskan esensi dari bulan Syawal adalah kembalinya manusia ke titik nol setelah sebulan penuh berpuasa.

ASN Kemenag Kota Tasik, untuk dapal lebih merasakan sebagai pengemban amanah negara sebaiknya memposisikan diri sebagai Shāhibul Amānah. (Orang yang mengemban amanah).Kegagalan mengemban amanah disebabkan karena dua hal, pertama dholūman yaitu menempatkan sesuatu tidak pada tempat nya. Kalau Nabi Adam sudah mengakui tentang perbuatan dzalim. Sudahkah kita mengakui perbuatan dzalim pada diri kita ?.

“Kedua Jahūla:tidak memiliki kemampuan menyelesaikan masalah”

Adapun Fenomena sosial praktik "dholūman jahūla" pasca Ramadhan antara lain, malam hari raya merasa bangga kalau menyulut petasan dan kembang api, tetapi tidak merasa bangga dengan mengagungkan takbir di musholla dan masjid. Pagi hari merasa bangga mengenakan baju baru tanpa peduli dengan warga sekitar yang masih serba kekurangan.

Ia juga mengingatkan Kementerian Agama Kota Tasikmalaya bersama – sama dengan MUI mempunyai tugas yang sama yaitu mengembalikan manusia yang tersesat, tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya untuk kembali ke jalan kebaikan dengan berbagai cara, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Kemenag dan MUI mempunyai objek binaan yang sama yaitu manusia karenanya kedua lembaga ini harus terus beriringan dan bekerjasama.

“Kita bersama –sama wujudkan masyarakat yang indah seindah yang diharapkan dan dibayangkan”, ujarnya.

Diakhir tausiyahnya dirinya menghimbau para ASN untuk senantiasa taat pada aturan, karena ketaatan adalah kunci keberhasilan dan kesuksesan. Alasan orang taat setidaknya ada empat pertama orang yang taat karena cinta, kemudian orang yang taat karena takut, orang yang taat karena berhala (karena ada keinginan) dan yang terakhir adalah orang yang taat karena rasa malu dan iman.

“Jadilah orang yang taat karena sungguh adzab Alloh itu sangat pedih bagi dua golongan pertama bagi orang yang tidak taat (membangkang) kedua orang yang menyakiti orang tua”, pungkasnya.

Kontributor : Yeni Rohayati