Akreditasi Madrasah 2018, Data EMIS dan Sispena terintegrasi

Jumat, 08-06-2018 | 13:59:23

Bekasi Selatan (INMAS Kota bekasi)

Akreditasi Madrasah tahun 2018, Data EMIS dan data Sispena wajib terintegrasi. Ini dilakukan untuk memudahkan pelaksanaan akreditasi madrasah tahun 2018 Secara online. Demikian diungkapkan Kepala Seksi Kelembagaan Kanwil Kemenag Provinsi jawa barat, Agus Solehuddin, Rabu, 6/6 di Asrama haji Jakarta Bekasi dalam kegiatan Pra Akreditasi tiga kementerian Agama Kota Depok, Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Lebih Lanjut Agus memaparkan tujuan dari integrasi data EMIS dan SISpena. Pertama adalah untuk mendukung pelaksanaan akreditasi madrasah oleh BAN S/M. Tujuan kedua adalah untuk mewujudkan pemanfaatan sumber data pendidikan secara bersama-sama. Ketiga untuk menegaskan posisi EMIS sebagai sumber utama referensi data pendidikan Islam, Keempat  untuk meminimalisir duplikasi pekerjaan yang harus dilakukan oleh para operator di tingkat madrasah dan terakhir untuk menjaga konsistensi dan kualitas data yang di-update oleh setiap madrasah melalui sistem pendataan EMIS.

Dalam kesempatan yang sama, Riki Kusniadi Operator Emis Kanwil Kemenag Provinsi Jawa barat menjelaskan Selama ini yang didata oleh EMIS hanya sebatas status akreditasi terakhir saja, berdasarkan pengakuan dari masing-masing lembaga yakni akreditasi A, B, C atau TT. Namun mulai  TP 2017/2018, variabel akreditasi yang didata antara lain Nomor SK Akreditasi, TMT Akreditasi, Nilai dan Status Akreditasi, Tanggal Berakhir Akreditasi serta upload scan dokumen SK Akreditasi.

Karenanya untuk kemudahan dan kelancaran proses akreditasi dilakukan sinkronisasi data EMIS  di Seksi Pendidikan Madrasah serta data SISPENA di Badan Akreditasi Nasional (BAN). Lalu apa saja yang disinkronisasikan? Riki menjelaskan, data-data yang disinkronisasikan meliputi data Profil Lembaga, data Rekap Siswa, data Mata Pelajaran, data PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan Data Sarana serta data Prasarana.

Kontributor : Evi Agustin