BDK Bandung Adakan Evaluasi Pasca Diklat (EPD)

Jumat, 08-06-2018 | 13:08:07

Cikarang Pusat (INMAS Kabupaten Bekasi)

Untuk mengetahui sejauh mana diklat berpengaruh dalam peningkatan kinerja peserta diklat ditempat kerjanya, Balai Diklat Keagamaan Bandung melakukan kegiatan evaluasi pasca diklat (EPD) yang diikuti oleh 24 peserta terdiri alumni, teman sejawat alumni, dan atasan alumni diklat . Evaluasi dilaksanakan dengan cara mewawancarai dan memberikan kuisioner, berlangsung di Aula Kankemenag Kabupaten Bekasi, Jum’at (08/06).

Kegiatan Evaluasi pasca diklat (EPD) tersebut  dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, H. Shobirin, turut didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha dan Kepala Seksi.

Mewakili keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi mengucapkan selamat datang dan mengahaturkan terima kasih kepada Kepala BDK dan seluruh jajarannya yang kembali memberi kepercayaan pada Kemenag Kabupaten Bekasi jadi tempat diselenggarakan diklat, demikian ungkap Shobirin mengawali sambutannya.

“Kita dipercaya untuk mewakili alumni diklat se Jawa Barat yang pilih oleh BDK untuk menyampaikan kelebihan dan kekurangan tentang kediklatan dari sisi materi,widyaswara termasuk sarana dan prasana,”Ujar Shobirin.

Ia mengingatkan, bagi para pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti diklat harus senang jangan malas sebab bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi.

Di akhir sambutan, Shobirin memberikan saran dan masukan kepada BDK , yaitu jenis kediklatan untuk bentuk kegiatan yang sifatnya fundamental misalnya terkait dengan kompetensi seorang pejabat pengadaan barang dan jasa harus dilaksanakan dalam waktu yang cukup.

“Kami di didik di BDK untuk menjadi orang yang tangguh,  sehingga keluar dari diklat menjadi orang yang profesional,” Ucapnya.

Selain itu dirinya menambahkan, terkait monitoring alumni rasanya belum intensif untuk melihat tingkat kemajuan alumni diklat perlu adanya evaluasi secara berkala dan terprogram serta berkesinambungan, betapapun tidak bertatap muka tapi bisa melalui media , akan terasa lebih mengikat alumni diklat terhadap program-program kediklatan.

Ditambahkan pula, terkait pola pembelajaran, sistem pembelajarannya tidak terbatas transfer of knowledge tapi idealnya transfer of value. Jadi para widyawara  perlu terus meningkatkan kualitas SDM, wawasan dan kompetensinya sehingga sistem pembelajaran tidak bernuansa transfer of knowledge tapi transfer of value.

Dalam kesempatan itu pula, Hj, Atiyah Suharto yang mewakili Kepala BDK Bandung dalam sambutannya mengucapkan terima kasih disaat terakhir pelaksanaaan tugas kedinasan kepada Kepala Kankemenag dan jajarannya yang telah menerimanya untuk mereviu kinerja BDK dan ingin mengetahui seberapa jauh kontribusi hasil diklat terhadap peningkatan kinerja Kementerian Agama sebagai bagian akuntabilitas dan laporan kediklatan dihadapan masyarakat dan bangsa.

“Mohon maaf Kepala BDK tidak bisa hadir karena disaat yang sama menghadiri dalam kegiatan serupa di Kemenag Kota Bekasi, sebab ada 4 Kemenag Kabupaten/kota yang melaksanakan kegiatan EPD,”Ungkapnya.

Dia juga berharap, mudah-mudahan program kegiatan ini menghasilkan produk yang memberi pencerahan tentang kediklatan.apakah diklat berpengaruh pada kinerja dimana  peserta diklat bertugas.

“Memberi manfaat bagi Kemenag Kabupaten Bekasi Khususnya dan sama-sama membangun Kemenag

Kontributor : Denden ZM