30 Guru MI Kota Banjar Ikuti Diklat

Senin, 16-04-2018 | 17:12:30

Parunglesang (INMAS Kota Banjar) Sejumlah 30 guru Madrasah Ibtidaiyah Kota Banjar ikuti Diklat Subtantif Model-model Pembelajaran tahun 2018 kerjasama antara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung dan kementerian Agama Kota Banjar yang diselenggarakan di Aula Kampus MAN Banjar, Senin (16/04).

Diklat yang rencananya akan diselenggarakan selama 6 hari mulai senin 16 April sampai dengan 21 April 2018 dibuka secara resmi oleh Kasubag Tu Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Drs. H. U. Badrul Uyun M., M.Si. Dalam sambutannya Kasubag Tu menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik antara BDK Bandung dengan Kantor Kemenag Kota Banjar, atas terselenggaranya Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) yang tentunya diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM di Kankemenag Kota Banjar.

“Tujuan diadakannya Diklat Di wilayah Kerja (DDWK) adalah untuk meningkatkan kualitas guru agar menjadi guru yang Profesional.”Ungkap H. Uyun.

Oleh karenanya Kasubag Tu berpesan kepada peserta agar dapat mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan dengan baik. Tidak hanya itu, para peserta diminta agar dapat aktif dan kreativ ketika menerima materi yang disampaikan oleh para narasumber.

“Silahkan gunakan momentum ini dengan diskusi dan pemecahan masalah-masalah yang selama ini dihadapi diwilayah kerja bapak dan Ibu.” Imbuh H. Uyun.

Mewakili Kepala BDK Bandung, DR. Firdaus Mujahidin, M.Ag. menuturkan, pelaksanaan diklat teknis subtantif model-model pembelajaran bagi guru Madrasah merupakan salah satu program dari BDK Bandung, yang mana profesionalisme guru seperti yang tercantum dalam UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003 dan UU Guru Dosen No. 14 Tahun 2005, dituntut agar memiliki kompetensi dalam menjalankan fungsinya.

“Salah satu kompetensi yang dituntut adalah kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar.” Tutur Firdaus.

Untuk memiliki kemampuan tersebut harus ditunjang dengan kemampuan mengelola pembelajaran dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM). Atas dasar tuntutan profesionalisme guru dan kenyataan tersebut, maka salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan model-model pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi yang akan disampaikan dalam Proses Belajar Mengajar.

“Mudah-mudahan dengan diklat yang diselenggarakan ini, kompetensi guru madrasah dapat meningkat sebagaimana yang diharapkan.” Kata Firdaus.

 

Kontributor : Aep Saepulloh

Editor : Yudi Hermawan