Kasi PD Pontren Himbau ASN Tidak Terjebak HOAX

Selasa, 13-02-2018 | 17:42:55

Soekarno Hatta (Inmas Kota Bandung)

Pada pelaksanaan upacara hari senin pagi (12/2) sekaligus pembinaan pegawai Kemenag Kota Bandung yang dihadiri Kepala Kasubbag Kota Bandung, Drs. H. Ali Abdul Latief, M.Ag., Kasi Bimas Islam, Drs. H. Mimin Sutisna, M.M.Pd, Kasi Pendidikan Madrasah, Dr. H. Acep Nurlaeli, M.Pd dalam amanatnya Kasi PD Pontren H. Iman Aminuddin yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan agar ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kota Bandung mampu menyaring informasi berupa berita bohong dan jangan sampai terpancing tanpa melaui proses klarifikasi.

Menyikapi adanya  informasi  terkini yaitu  Penganiayaan terhadap beberapa tokoh agama dan ulama yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat, Iman menghimbau agar ASN  kemenag yang juga sebagai anggota masyarakat tidak ikut terpancing dengan adanya pemberitaan pemberitaan yang belum tentu benar adanya.  

“..harus melakukan apa yang Rasulullah ajarkan, bertabayun, bersabar dan harus mempunyai bukti akurat  tentang berita tersebut.  Iman juga menjelaskan  Berita yang kita terima Harus benar benar diseleksi benar tidaknya, dan  jangan  ikut  terprovokasi, sehingga dapat menyulut pertikaian dan pertengkaran di masyarakat.” Kata Iman.
 
Iman menegaskan, “ngetrendnya” isu tentang orang yang dianggap gila yang melakukan penganiayaan terhadap ulama menjadikan keresahan dikalangan warga, terutama di kalangan Pondok Pesantren. Saat ini sejumlah santri dan warga merasa harus ekstra waspada dengan banyaknya isu yang mengancam keamanan ulama dan para ustad.

Tugas kita sebagai ASN, lanjut Iman adalah agar bisa menjelaskan kepada masyarakat  dengan bijak, bisa lewat fotum forum atau organisasi organisasi yang bekerja sama dengan Kementerian Agama. Dengan  para penyuluh Agama Islam, Kepala KUA dan seluruh lapisan ulama dan umara di Kota Bandung.

“..dalam kondisi yang rentan dipengaruhi oleh berita yang belum tentu kebenarannya, diharapkan setiap warga agar lebih bijaksana dalam menyikapi sebuah informasi yang belum jelas akurasi dan validitasnya," Tegas Iman.

Pada kesempatan itu, Iman juga mengharapkan dengan terbentuknya Rumah Tahfidz, dan telah dilantiknya para pengurus rumah tahfidz pada tanggal 2 Februari 2018, agar unsur pimpinan dan Seksi dan seluruh masyarakat dapat bekerja sama dalam mengembangkan dan mengakomodasi Rumah Tahfidz tersebut. Dan Semoga Rumah Tahfidz tersebut pun bisa menerima zakat zakat professional yang sumber zakatnya orang orang Kementerian Agama dan sekitarnya.

Kontributor: Eva Nurwidiawati