Kamis, 09-11-2017 | 13:57:15

Belajar Menyenangkan Melalui Kegiatan Kelas Berjalan

Kamarung (Inmas Kemenag Cimahi)

Setiap penyelenggara pendidikan tentu mempunyai suatu program untuk menunjang keberhasilan pendidikan. Program sekolah merupakan acara yang telah direncanakan untuk keperluan pendidikan di sekolah tersebut sehingga apa yang dicapai sesuai dengan visi dan misi sekolah. Visi dan Misi sekolah dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan segenap stakeholder pada masa yang akan datang. Termasuk MTs. Asih Putera memiliki banyak program unggulan yang menjadi daya tarik sekolah ini.

Dalam sebuah proses pembelajaran banyak metode yang bisa diterapkan. Hal ini membuat anak didik akan semakin mudah menggali potensi kecerdasan yang dimiliki sehingga tidak ada alasan sulit untuk mentransfer ilmu atau menyampaikan hal yang harus diketahui seorang anak. Salah satunya adalah dengan melaksanakan karya wisata (study tour). Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan susasana menyenangkan dalam pembelajaran sehingga mampu memacu semangat dan antusias peserta didik  lebih dari biasanya.

Banyak ragam nama dalam proses pelaksanaan karya wisata tersebut salah satunya yaitu dengan adanya kegiatan kelas berjalan yang menjadi unggulan dalam pembelajaran di MTs. Asih Putera.  Metode ini adalah kegiatan belajar mengajar dengan mengajak peserta didik untuk mengunjungi suatu objek tertentu guna memperluas pengetahuan secara langsung. Selanjutnya, peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan  didampingi oleh pendidik.

Setiap mata pelajaran pada dasarnya memiliki ruang lingkup yang luas untuk digali. Salah satunya adalah mata pelajaran IPS dan Seni Budaya yang dilaksanakan pada hari Selasa, 7 November 2017. Pada kesempatan kali ini, tujuan  kunjungan kelas berjalan yaitu  ke Museum Sri Baduga dalam proses pembelajaran IPS. Kunjungan ini diikuti oleh kelas VIII A, B, C, dan D.  Museum Sri Baduga Bandung adalah bukti kecintaan warga Jawa Barat keturunan suku sunda khususnya yang  mengabadikan sebuah bangunan bergaya suhunan panjang dan panggung khas Jawa Barat dengan segala benda -benda pusaka sebagai harta tidak ternilai yang ada di dalamnya. Museum Sri Baduga yang didirikan sejak awal tahun 1974 berada di kota Bandung yang terletak di ruas Jalan B.K.R. 185 atau jalan lingkar selatan dan sangat dekat lokasinya dengan lapangan bersejarah di Bandung yaitu lapangan Tegallega dan berdekatan pula dengan objek sejarah di kota bandung lainnya yaitu Monumen Bandung Lautan Api. Sebagai salah satu Museum yang diperuntukan untuk masyarakat umum, museum Sri Baduga bisa dikatakan memiliki banyak koleksi benda-benda bersejarah seperti berbagai jenis koleksi Geologika, Biologika, Etnografika, Arkeologika, Historika, Numismatika/Heraldika, Filologika, Keramik, Seni Rupa dan Teknologi.Tercatat secara keseluruhan Museum Sri Baduga memiliki tidak kurang dari 5.367 buah koleksi peninggalan bersejarah yang sangat tidak ternilai harganya. Dipilihnya Museum Sri Baduga sebagai objek kunjungan adalah untuk mengetahui lebih jelas berbagai sejarah kota Bandung.

Selain kunjungan ke Museum Sri Baduga, kelas berjalan juga dilakukan dengan kunjungan berikutnya ke Saung Udjo dalam proses pembelajaran seni budaya. Saung Angklung Udjo dibangun pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena atau juga dikenal sebagai Mang Udjo bersama dengan istrinya, Uum Sumiati, dengan tujuan melestarikan seni dan budaya tradisional Sunda.Selain kunjungan wisata seni dan budaya, Saung Angklung Udjo juga sering kali mendapat kunjungan dari rombongan sekolah yang ingin mempelajari kebudayaan tradisional langsung di tempatnya. Saung Angklung Udjo juga menarik perhatian dunia internasional sehingga banyak wisatawan asing yang datang berkunjung untuk menikmati suara angklung yang indah dan menenangkan hati. Dipilihnya Saung Angklung Udjo sebagai objek kunjungan adalah untuk mengetahui lebih jelas kebudayaaan tradisional Jawa Barat.

Program kelas berjalan ini menjadi salah satu program yang efektif dilakukan dalam pembelajaran. Dengan harapan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan dan objek kunjungan semakin beraneka ragam demi memaksimalkan pembelajaran peserta didik selama di kelas.

Kontributor : Irene Mutiara & AH