Kamis, 12-10-2017 | 14:13:28

Rakor Wujud Eksistensi Penghulu

Jl. Sentra Dago (INMAS Bidang Urais dan Binsyar)

Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat melalui Bidang Urais dan Binsyar mengadakan Rapat Koordinasi Penghulu di Lingkungan Kementerian Agama Jawa Barat TA 2017 di Hotel Marbella Suites Bandung selama 2 hari dari tanggal 12 dan 13 Oktober 2017. Pembukaan pun dilaksanakan pada Hari Kamis (12/10) dan diikuti oleh penyuluh dari 27 kab/kota se Jawa Barat.

"Kegiatan Rapat Koordinasi Penyuluh di Lingkungan Kementerian Agama Jawa Barat Tahun 2017 ini diikuti oleh 68 peserta yang merupakan penyuluh dari 27 kab/kota se Jawa Barat dan pemateri kegiatan ini  berjumlah 5  orang yang tidak hanya dari lingkungan Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat tetapi kami juga mengundang narasumber dari Ditjen Bimas Islam Kemenag RI," pemaparan Laporan Ketua Panitia yang dibacakan oleh Drs. H. Ammar Saefulloh.

Selanjutnya, Ia menjelaskan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk mewujudkan optimalisasi peran penghulu sebagai ASN dalam melayani kepentingan masyarakat terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan pencatatan nikah dan rujuk.

Pada pengarahannya, Ka.Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, Drs. H. Buchori, MM, menyampaikan bahwa dengan diadakannya Rakor Penghulu ini akan menghasilkan rumusan program kinerja dan kebijakan serta hak dan kewajiban bagi setiap penghulu, agar dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

"Saya ingin menyampaikan 4 hal yang sekiranya pada kegiatan rakor ini dapat dibahas dengan seksama yaitu pertama evaluasi program kepenghuluan, pemiutakhiran data kepenghukuan, Maping pegawai penghuku, dan peningkatan kinerja penghulu. Konteks inilah yang dapat dirumuskan dan diharapkan hasilnya dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan kinerja pengulu sehingga KUA dapat memberikan pelayanan KUA, " tutur Buchori dengan tegas.

Pelaksanaan Rakor ini merupakan wujud dari eksistensi penghulu yang merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan agama dan keagamaan kada masyarakat.

Kontributor: Novam Scorpiantrien