Minggu, 13-08-2017 | 06:35:05

KUA Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur Dibobol Maling

Ciranjang (INMAS Kabupaten Cianjur)

Kantor Urusan Agama (KUA) Ciranjang yang beralamat di Kampung Pasanggrahan Desa Ciranjang Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur dibobol maling. Pencuri diduga masuk dengan merusak jendela. Pencurian itu terjadi pada hari Senin (07/08) sekitar pukul 02.00 WIB. Pada saat itu kantor sedang kosong, biasanya Ketua RT setempat mengontrol ke KUA tersebut, akan tetapi kebetulan pada saat itu beliau sedang sakit dan baru ketahuan pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Didapati pintu dan jendela sudah terbuka, begitu juga meja dan laci sudah pada terbuka dan berkas berantakan.

Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur yang diwakili salah satu pelaksananya yaitu Aceng Nurodin, pada saat itu juga langsung melapor ke Polsek Ciranjang, bahwa telah terjadi pencurian dengan pemberitaan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ciranjang dengan hilangnya berupa satu Unit Printer Epson type PLQ20, 64 (enam puluh empat) pasang surat Nikah (Akta Nikah) seri : JB. 6092237 s.d JB. 6092300, Duplikat Akta Nikah Seri AH. 0144110 s.d AH. 0144126 sebanyak 17 (tujuh belas), tas soren kulit warna hitam, map dan ATK.

Terbit Surat Tanda Penerimaan Laporan dari Kepolisian dengan Nomor Reg : STPL/72/VIII/2017 Sek. dan Nomor : LP/72/B/VIII/2017/JBR/RES CJR/Sek Ciranjang.

Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Ciranjang, pada hari itu juga membuat pernyataan telah terjadi pencurian di kantornya. Berita Acara kebongkaran/pencurian dan juga surat tanda penerimaan laporan Kepolisian Sektor Ciranjang Resort Cianjur dan langsung melaporkannya ke Kementerian Agama Kabupaten Cianjur.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimas Islam, H. Asep Mu’min beserta jajarannya langsung meninjau ke tempat kejadian perkara (TKP). Menurut salah satu JFU Seksi Bimas, Tini Kustini, memang sudah terjadi pencurian di KUA Kecamatan Ciranjang sesuai dengan laporannya ke Kemenag.

“Selain tidak ada Satpam, bangunannya semenjak tahun 2010 sampai sekarang belum ada renovasi lagi, sehingga sudah ada beberapa kerusakan, seperti kusen pintu dan kusen jendela sebagian sudah ada yang keropos dimakan rayap, dan juga tidak pakai tralis, sehingga pencuri dengan mudah membongkar,” ungkapnya. 

 

Kontributor : Ayi Rustandi

Editor : Tri Budiono