Senin, 17-07-2017 | 14:33:40

Kankemenag Kota Bekasi Gelar Pembinaan Karu dan Karom

Bekasi Selatan (INMAS Kota Bekasi)

Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi melaksanakan pembinaan Karu (Ketua Regu) dan Karom (Ketua Rombongan), Sabtu (15/7) di Aula Arafah Asrama haji Jakarta Bekasi.

Dalam laporannya Kepala Seksi PHU Kankemenag Kota Bekasi, Sri Siagawati menyebutkan Sebanyak 254 Karu, dan 63 Karom dipilih untuk menjadi Ketua Regu dan Ketua Rombongan atau biasa disebut Karu dan Karom.

Selain Karu dan Karom, lanjut Sri, petugas haji yang akan mendampingi jemaah juga turut serta, yakni meliputi 6 orang TPHI, 4 orang TPIHI, 7 orang TPHD dan 11 orang TKHI.

“Karu dan Karom ini dipilih untuk memimpin para jemaah haji dan membantu tugas para petugas haji kloter baik itu TPHI, TPIHI atau TPHD dan TKHI dalam melaksanakan Ibadah Haji nanti,” jelas Sri.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, Mujani juga memberikan materi seputar tugas dan fungsi Karu dan Karom. Materi ini diberikan usai Mujani membuka kegiatan Pembinaan Karu Karom yang mengambil tema Melalui Pembinaan Karu dan Karom Kita Ciptakan Pemimpin yang Bertanggung Jawab dan Amanah.

Lebih lanjut Mujani menjelaskan persyaratan, tugas dan fungsi menjadi Karu dan Karom. Persyaratan menjadi Karu dan Karom sangat mudah, yakni laki–laki dan perempuan jemaah haji tahun keberangkatan.

“Nah bagi yang bukan keduanya, bukan laki-laki dan bukan perempuan dan bukan jemaah haji itu jelas dilarang,” ucap Mujani berkelakar.

Syarat berikutnya adalah memiliki tingkat kesehatan yang baik, memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan haji dan umroh, memiliki pengalaman dan pengetahuan menjadi pemimpin atau leadership.

“Bagi jemaah yang memenuhi persyaratan ini, akan kita pilih untuk menjadi ketua regu dan ketua rombongan,” tambah Mujani.

Jadi, bagi jemaah yang terpilih inilah yang kemudian hadir disini dan dibina, karenanya, sudah semestinya para karu dan karom ini sungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini. Jangan sampai pada saatnya nanti para jemaah yang terpilih menjadi karu dan karom bingung dan tidak tahu apa tugas-tugasnya.

“Hukumnya wajib menyimak setiap materi yang diberikan agar pada saatnya nanti dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” tegas Mujani.

 

Kontributor : Evi

Editor : Nunik