Rabu, 31-01-2018 | 15:00:28

MEKANISME PENDAFTARAN HAJI

Ketentuan

1. Pendaftaran haji dilakukan setiap hari kerja sepanjang tahun;

2. Pendaftaran haji dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota sesuai dengan domisili jemaah haji;

3. Pendaftaran haji wajib dilakukan sendiri oleh Jemaah haji yang bersangkutan untuk pengambilan foto dan sidik jari;

4. Jemaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji dapat melakukan pendaftaran haji setelah 10 (sepuluh) tahun sejak menunaikan ibadah haji yang terakhir;

 

Persyaratan

1. Beragama islam;

2. Berusia minimal 12 Tahun pada saat mendaftar;

3. Memiliki KTP yang masih berlaku sesuai dengan domisili atau bukti identitas lain yang sah;

4. Memiliki Kartu Keluarga;

5. Memiliki akte kelahiran atau surat kenal lahir atau kutipan akta nikah atau ijazah;dan

6. Memiliki tabungan haji atas nama jemaah yang bersangkutan pada BPS (Bank Penerima Setoran Awal) BPIH (Biaya Penyelengaaraan Ibadah Haji) sejumlah Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta rupia rupiah);

7. Gubernur dapat menambah persyaratan pendaftaran berupa surat keterangan domisili;

8. Calon jemaah haji menyerahkan pas foto terbaru ukuran 3x4 sebanyak 10 lembar dengan ketentuan:

a. Foto berwarna dengan latar belakang putih;

b. Warna baju/kerudung kontras dengan latar belakang tidak memakai pakaian dinas, dan bagi jemaah haji wanita menunakan busana muslimah;

c. Tidak mengunakan kaca mata;dan

d. Tampak wajah minimal 80%.

 

Prosedur

1. Jemaah haji melakukan transfer ke rekening Menteri sebesar setoran awal BPIH;

2. BPS BPIH menerbitkan bukti aplikasi transfer BPIH;

3. BPS BPIH menerbitkan sebanyak 5 (lima) lembar bukti setoran awal BPIH dengan mencantumkan nomor validasi, ditandatangani dan dibubuhi stempel BPS BPIH disertai masing-masing diberi pas foto ukuran 3x4;

4. Rincian lembar BPIH sebagai berikut :

  • Lembar pertama bermaterai secukupnya untuk calon Jemaah haji;
  • Lembar kedua untuk BPS BPIH;
  • Lembar ketiga untuk Kantor kementerian Agama Kabupaten/ Kota;
  • Lembar keempat untuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi; dan
  • Lembar kelima untuk Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah


5. Jemaah haji yang bersangkutan wajib menyerahkan persyaratan pendaftaran kepada petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pembayaran setoran awal BPIH;
6. Jemaah haji mengisi formulir pendaftaran haji berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH)  untuk dilakukan verifikasi berkas dan di entry pada aplikasi SISKOHAT;
7. Petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota melakukan pengambilan foto dan sidik jari Jemaah haji;
8. Jemaah haji menerima lembar bukti pendaftaran haji yang tercantum nomor porsi dan telah ditandatangani serta dibubuhi stempel dinas oleh petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota.